Alhamdulillah, Tukang Bakso yang Layani Pasien Covid-19 Negatif Corona

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Masih ingatkah kamu dengan kejadian viral kumpulan pasien Covid-19 yang jajan bakso di tempat isolasi mandiri? Kini, kabar tersebut menemui fakta baru.

Kasatpol PP Jakarta Barat Tamo Sijabat, berhasil bertemu dengan Musin, pedagang bakso keliling yang melayani pada pasien Covid-19. Tamo mengatakan, Musin telah melakukan tes swab PCR dan hasilnya ia negatif virus corona.

“Hasil pemeriksaan negatif,” ucap Tamo.

Sebelumnya, Misun diperiksa di Puskesmas Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat. Pemeriksaan dilakukan Rabu, 28 Juli 2021.

Sementara itu, peristiwa ini terjadi di salah satu hotel khusus isolasi mandiri pasien Covid-19 dan menggegarkan jagat maya. Menurut petugas hotel, pasien mulanya sedang berolahraga.

Namun, petugas hotel tak mengetahui para pasien justru membeli bakso dari sela-sela pagar.

Alhasil, peristiwa itu pun viral di sosial media usai diabadikan oleh salah satu pasien di hotel itu. Warganet pun sempat khawatir dengan kondisi kesehatan sang pedagang bakso yang harus berinteraksi dengan pasien Covid-19.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini