Nasdem Minta Tak Ada Pihak yang Politisasi Penanganan Covid-19

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Politikus Partai NasDem Irma Suryani Chaniago ikut bersuara terkait rencana aksi demo ‘Jokowi End Game’ yang gagal terwujud pada 24 Juli kemarin.

Ia mengatakan, seharusnya semua pihak terlibat bersama-sama untuk menangani penyebaran pandemi di tanah air. Menurutnya, kondisi Indonesia tidak akan bisa membaik kalau banyak orang tak disiplin menerapkan protokol kesehatan.

“Belum lagi provokasi oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dengan pernyataan yang kontraproduktif tidak perang melawan virus ini,” katanya, Minggu 25 Juli 2021.

Untuk itu, ia berharap agar publik tak terprovokasi dengan aksi yang melawan program pemerintah. Irma menyarankan agar segenap pihak perlu bergotong-royong membantu pemerintah memutus rantai penyebaran Covid-19.

“Pemerintah kerja dari kaki ke kepala, kepala ke kaki, harusnya didukung. Minimal bantu jangan biarkan konstituen diajak aksi (unjuk rasa), tapi keselamatan mereka dari Covid-19 diserahkan kepada pemerintah,” ujarnya.

Ia juga meminta masyarakat tak usah mempedulikan provokasi di media sosial mengenai desakan agar Jokowi mundur dari jabatan Presiden. Ia menilai hal tersebut tak bersumber dari aspirasi rakyat. “Ini hanya kerjaan oknum-oknum yang belum move on,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Bonus Hari Raya Ojol, Kesejahteraan Bagi Gig Worker

Oleh: Alexander Royce*) Transformasi ekonomi digital Indonesia dalam satu dekade terakhir telah melahirkan jutaanpekerja sektor informal berbasis aplikasi atau gig worker. Di antara mereka, pengemudi ojek online (ojol) menjadi tulang punggung mobilitas dan distribusi barang, terutama di momen-momen krusial seperti Ramadan dan Idulfitri. Tahun ini, kabar mengenai pencairan Bonus Hari Raya (BHR) bagi para pengemudi ojol menjadi angin segar yang tidak hanya berdampak pada kesejahteraan pekerja, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi nasional. Langkah pemerintah memastikan kembali pemberian Bonus Hari Raya bagi pengemuditransportasi daring menunjukkan keberpihakan yang nyata terhadap pekerja sektor informal digital. Kebijakan ini relevan dengan situasi terkini, di mana daya beli masyarakat menjadi salah satu kunci menjaga stabilitas ekonomi menjelang Lebaran 2026. Dengan lebih dari 850 ribupengemudi yang dipastikan menerima bonus tahun ini, dampaknya tidak bisa dipandang sebelahmata. Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, memastikan bahwa para pengemudi ojol kembalimendapatkan Bonus Hari...
- Advertisement -

Baca berita yang ini