Alhamdulillah! Suami Tasya Kamila Sembuh dari Kanker Getah Bening

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kabar bahagia datang dari Tasya Kamila. Sang suami, Randi Bachtiar dinyatakan sembuh dari penyakit kanker getah bening yang dideritanya.

Tasya membagikan kabar bahagia itu di akun Instagram pribadinya. Dia mengucap syukur Alhamdulillah kepada Allah SWT karena sang suami sudah sembuh.

“Setelah melalui operasi, kemoterapi, dan radioterapi, perjuangan Randi Bachtiar melawan penyakit kanker getah bening membuahkan hasil. Saat ini Randi dinyatakan bebas kanker,” tulis Tasya, dalam captionnya.

Tasya juga mengunggah foto rontgen sang suami beberapa waktu lalu dan saat ini. Terlihat di bagian rongga dada Randi tak ada lagi sel kanker.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Tasya Kamila (@tasyakamila)

“Dari hasil PET Scan (slide 2) antara post-surgery sebelum chemo dan radiasi (tgl 5 Februari), dibandingkan setelah treatment (tgl 13 Juli), bisa diliat bahwa area getah bening di rongga dada Randi sudah bersih dari sel kanker aktif. MasyaAllah,” katanya.

“Selamat atas perjuanganmu sayaaang @randibachtiar. Tiada henti kami mengucap syukur kepada Allah. Tentunya kami sangat berterimkasih sama para dokter, suster, nakes yang udah bantuin randi selama treatment di RSCM Kencana dan RSCM Pusat,” ujarnya.

“Terimakasih juga untuk doa yang tulus dari keluarga, sahabat, dan temen2 semua. Semangat berjuang, teman2 yg masih dalam perjuangan melawan penyakit. Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT,” ungkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Bansos Pangan Beras dan Minyak Goreng Jadi Penyangga Kesejahteraan Masyarakat

Oleh : Andhika RachmaPemerintah terus memperkuat perlindungan sosial melalui penyaluran bantuan sosial (bansos) pangan berupa beras dan minyak goreng sebagai langkah menjaga kesejahteraan masyarakat di tengah dinamika ekonomi global dan fluktuasi harga kebutuhan pokok. Program tersebut menjadisalah satu instrumen penting negara dalam memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga, terutama bagi kelompok rentan dan keluarga berpenghasilan rendah. Kehadiran bansos pangantidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga berperan menjagastabilitas sosial dan memperkuat ketahanan pangan nasional.Dalam beberapa bulan terakhir, pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersamaPerum Bulog terus mempercepat distribusi bantuan pangan ke berbagai wilayah di Indonesia. Penyaluran bantuan ini menyasar lebih dari 33 juta keluarga penerima manfaat (KPM) denganalokasi bantuan berupa beras dan minyak goreng yang diberikan secara bertahap. Pemerintahmenilai program bansos pangan menjadi langkah strategis untuk mengurangi tekanan ekonomimasyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga pangan di pasar.Program bantuan pangan tersebut juga menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjagakeseimbangan antara perlindungan sosial dan stabilitas ekonomi nasional. Di tengah tantanganglobal seperti ketidakpastian rantai pasok pangan dunia dan gejolak harga komoditasinternasional, pemerintah berupaya memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadapkebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Bantuan beras dan minyak goreng menjadi bentuknyata kehadiran negara dalam melindungi masyarakat dari dampak inflasi pangan yang dapatmemengaruhi kondisi ekonomi rumah tangga.Pemerintah bahkan telah menyiapkan anggaran mencapai Rp11,92 triliun untuk mendukungpenyaluran bantuan pangan beras dan minyak goreng pada tahun 2026. Anggaran tersebutdigunakan untuk memastikan distribusi bantuan berjalan lancar dan tepat sasaran. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa kebijakan tersebutbertujuan memperkuat daya beli masyarakat sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional.Penyaluran bansos pangan juga menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi nasional. Pemerintah memahami bahwa kenaikan harga bahan pangan dapat memberikan tekananlangsung terhadap masyarakat kecil. Oleh karena itu, distribusi bantuan beras dan minyak goreng dilakukan bersamaan dengan upaya menjaga pasokan pangan nasional tetap aman. Dengan stokcadangan beras pemerintah yang terus diperkuat, Indonesia dinilai memiliki kemampuanmenjaga stabilitas pangan di tengah tantangan global.Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan bahwa program bantuan pangan merupakan bentuk keberpihakan pemerintah kepada rakyat. Pemerintahberupaya memastikan masyarakat yang membutuhkan dapat memperoleh bantuan secara cepatdan merata. Penyaluran bansos pangan dinilai mampu membantu meringankan bebanpengeluaran rumah tangga, terutama bagi masyarakat dengan pendapatan terbatas yang sangat terdampak oleh perubahan harga kebutuhan pokok.Selain membantu masyarakat penerima manfaat, program bansos pangan turut memberikandampak positif terhadap stabilitas pasar domestik. Ketika distribusi bantuan berjalan efektif, tekanan terhadap lonjakan harga beras dan minyak goreng dapat ditekan sehingga kondisi pasar menjadi lebih stabil....
- Advertisement -

Baca berita yang ini