Jessi Berpikir akan Menikah dengan Lee Sang Yeob: Dia Tipeku!

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – Chemistry antara Jessi dan Lee Sang Yeob di program tvN “Six Sense” season 2 menarik perhatian pemirsa. Apalagi, Jessi selalu berpikir bahwa dia akan menikah dengan Lee Sang Yeob.

Pada episode ‘Six Sence’ terbaru yang tayang pada Jumat 16 Juli 2021, para pemeran diberi tugas untuk membedakan peramal palsu dari peramal asli. Jessi pun mengatakan tentang ‘bayangan’ dirinya yang menikah dengan aktor 38 tahun itu.

Peramal pertama yang ditemui para anggota bertanya kepada Lee Sang Yeob, “Apakah Anda awalnya ingin bekerja di bidang karir ini? Nasib Anda telah berubah. Karena keberuntungan yang mulai memasuki hidup Anda sejak Anda berusia 30 tahun, banyak hal telah berubah. Anda perlahan-lahan memasuki aula pernikahan. Anda dapat mulai memikirkan hal ini pada tahun 2024.”

Sebagai tanggapan, Jessi tiba-tiba menoleh ke arah Lee Sang Yeob dan berkata, “Saya selalu berpikir Anda akan menikah dengan saya suatu hari nanti.”

Mendengar ini, Jeon So Min bertanya kepada Jessi, “Apakah kamu menyukai Lee Sang Yeob oppa?” Jessi dengan percaya diri menjawab, “[Sang Yup] adalah tipeku.”

Menyaksikan pernyataan langsung Jessi, Oh Na Ra menunjukkan keterkejutannya dan bertanya, “Acara macam apa ini?” Lee Sang Yeob juga ditarik kembali dan berkata, “Saya benar-benar tidak tahu bagaimana harus menanggapinya.”

Peramal itu melanjutkan, “Lee Sang Yeob akan bertemu dengan seorang wanita hebat dan hidup dengan baik. Ketika keduanya bertemu, Lee Sang Yeop akan berhenti dari pekerjaannya.”

Untuk ini, Lee Sang Yeob dengan percaya diri menyatakan, “Saya akan bersedia untuk hanya fokus membesarkan anak saya.” Kemudian, Jessi tertawa terbahak-bahak dengan tiba-tiba menimpali, “Aku juga ingin punya anak.”

Makin seru aja nih kalau keduanya udah ketemu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini