Larang Berjualan saat PPKM Darurat, Polisi Lamongan Ini Kasih Rp 5 Juta ke Pedagang Miskin

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Cara polisi dari Polres Lamongan, Aipda Purnomo, meminta seorang pedagang miskin mematuhi pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat di wilayah kerjanya mendapat acungan jempol netizen. Sebab, warga Lamongan bernama Kasmadi itu diberinya uang kaget Rp 5 juta dan sepeda.

Lelaki 75 tahun itu, ditemukan Aipda Purnomo sedang berjalan gontai menjajakan dagangannya yang tidak kunjung laku sejak subuh hingga pukul 11.00 siang tersebut.

Hal itu kemungkinan besar karena pelaksanaan PPKM Darurat sehingga masyarakat setempat lebih banyak tinggal di rumah agar memutus penularan Virus SARS-Cov-2 penyebab Covid19.

Saat menemui Pak Kasmadi, Purnomo pun membeli lima buah dagangannya yang dibayar dengan uang Rp 5 juta tunai.

“Bapak boleh ambil uang ini, dengan syaratnya karena sekarang sedang PPKM Darurat, Bapak libur jualan sampai bulan depan (Agustus 2021). Cukup kan Rp 5 juta?” kata Purnomo bertanya seperti dilihat pada Selasa 13 Juli 2021.

Setelah Pak Kasmadi menyatakan cukup, keberuntungan dari Aipda Purnomo belum berhenti karena masih ada sepeda baru yang juga langsung diberikan kepada bapak tua itu.

Aipda Purnomo tampaknya memiliki kegiatan sosial yang dikenal di kota itu di samping menjalankan tugas utamanya sebagai Bhayangkara Negara.

Dia membuka donasi untuk kegiatannya tersebut di rekening atas nama Yayasan Berkas Bersinar Abadi yang beralamat di Desa Nguwok, Lamongan, Jawa Timur.

Kegiatan sampingan Pak Polisi itu mendapat pujian para netizen yang mendoakan agar kebaikan selalu mendatanginya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Optimalisasi CKG dalam Meningkatkan Kesehatan Berkualitas bagi Lansia

Oleh: Ayu Swastika )*Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) semakin menunjukkan peranstrategisnya sebagai instrumen utama pemerintah dalam membangunkualitas kesehatan masyarakat, khususnya bagi kelompok lansia. Di tengah meningkatnya angka harapan hidup, kebutuhan akan layanankesehatan yang bersifat preventif menjadi semakin penting. Pemerintah secara konsisten mendorong penguatan deteksi dini sebagaipendekatan utama guna mengurangi beban penyakit kronis yang selamaini mendominasi penyebab kematian nasional.Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menegaskan bahwapemeriksaan kesehatan minimal satu kali dalam setahun merupakanlangkah mendasar yang perlu dilakukan seluruh masyarakat. Penekanantersebut didasarkan pada tingginya angka kematian akibat penyakit tidakmenular seperti stroke, jantung, dan gagal ginjal. Tingginya angka kematian akibat penyakit tidak menular ini menunjukkanbahwa masih banyak masyarakat yang belum memanfaatkan deteksi dinisecara optimal, padahal langkah tersebut dapat menjadi kunci dalammencegah perkembangan penyakit ke tahap yang lebih serius.*) Pengamat Kebijakan SosialData yang dihimpun menunjukkan bahwa stroke menjadi penyebabkematian tertinggi dengan kisaran ratusan ribu kasus setiap tahun, disusuloleh penyakit jantung, kanker, dan gangguan ginjal. Fakta inimemperlihatkan bahwa ancaman penyakit kronis masih sangat nyata, terutama bagi lansia yang memiliki kerentanan lebih tinggi. Dalam pandangan Menkes, penyakit-penyakit tersebut sebenarnyamemiliki periode laten selama beberapa tahun sebelum mencapai kondisifatal. Pada fase inilah intervensi melalui pemeriksaan rutin menjadi sangat krusial untuk menekan risiko kematian.Upaya pencegahan tersebut dapat dilakukan melalui pemantauanindikator kesehatan dasar seperti tekanan darah, gula darah, dan kadarkolesterol. Ketiga indikator ini menjadi parameter penting dalammengidentifikasi potensi penyakit sejak dini. Namun dalam praktiknya, banyak masyarakat yang mengabaikan kondisitersebut karena tidak merasakan gejala yang signifikan. Akibatnya,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini