Bantuan Negara Lain untuk Perangi Covid Sudah Datang, Netizen Serukan Warga Indonesia Bersatu

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Dalam rangka solidaritas dunia, sejumlah negara sudah mulai membantu Indonesia untuk memerangi Covid19 baik berupa vaksin maupun alat kesehatan. Netizen pun mengajak warga Indonesia bersatu seperti warga dunia untuk memerangi Covid19.

Kabar itu dibagikan Staf Khusus Menteri Keuangan (Menkeu) Bidang Komunikasi Strategis Yustinus Prastowo melalui pesan yang diterima Mata Indonesia News, Sabtu 10 Juli 2021.

“Indonesia menerima tawaran bantuan dari negara sahabat, baik vaksin maupun alkes. Empat juta dosis vaksin Moderna dari AS telah tiba, selanjutnya Astra Zeneca dari Jepang. Australia, Belanda, Inggris, UEA, India, dan Singapore jg berkomitmen membantu. Solidaritas adalah kunci,” ujar Yustinus Prastowo.

Pernyataan Yustinus Prastowo itu langsung disambut netizen dengan ajakan untuk bersatu melawan Covid19.

Misalnya @rudolf_w yang meminta kita berhenti saling menghujat. “Banyak negara bersatu membantu kita. Saatnya kita, sebagai bangsa, bersatu untuk kebaikan dan kesejahteraan bersama. Stop hujatan. Mulai bekerja sama,” begitu ajakan Rudolf.

Pernyataan senada berasal dari pemilik akun @CaritasLibrary1 yang mengajak semua bangsa Indonesia juga harus bisa membangun solidaritas untuk mengatasi pandemi ini.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini