Pasokan Listrik untuk Gelaran PON XX Papua Dipastikan Aman

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAYAPURA – Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-XX Papua rencananya akan digelar pada 2-15 Oktober 2021. Event empat tahunan ini akan mempertandingkan total 37 cabang olahraga dan 56 disiplin olahraga.

Untuk mendukung pesta olahraga tersebut, PT PLN (Persero) akan menyiagakan sebanyak 564 petugas. General Manager PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat (UIWP2B) Abdul Farid mengatakan bahwa para petugas akan mulai berkerja pada 19 September hingga 17 Oktober 2021.

“Kami upayakan pekerjaan fisik dan kesiapan lain dalam hal kelistrikan dapat selesai secepatnya,” kata Abdul Farid, Sabtu, 10 Juli 2021.

“PLN juga telah menyiapkan peralatan pendukung untuk memastikan suplai listrik tetap aman apabila terjadi gangguan pada sistem utama,” sambungnya.

Abdul Farid menuturkan bahwa berbagai peralatan, seperti unit gardu bergerak (UGB), unit kabel bergerak (UKB), unit kabel dan kubikel bergerak (UKKB), UPS mobile, serta genset bergerak telah disiapkan.

“Peralatan pendukung tersebut akan kami siagakan di lokasi-lokasi venue dan titik-titik strategis saat PON XX berlangsung sehingga suplai listri tetap terjaga,” lanjutnya.

Selain fokus pada pekerjaan fisik, Abdul Farid juga memastikan bahwa PLN akan menjamin suplai listrik dari pembangkit di setiap lokasi mencukupi.

Kebutuhan listrik untuk seluruh arena pertandingan PON XX Papua diperkirakan mencapai 16,21 MW. Abdul Farid menambahkan, PLN masih dapat mensuplai kebutuhan listrik bila diperlukan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini