Bawa Inggris ke Final Euro 2020, Popularitas Southgate Kalahkan Politisi

Baca Juga

MATA INDONESIA, LONDON – Sukses membawa Timnas Inggris melaju ke putaran final Euro 2020, nama Gareth Southgate pun melambung. Bahkan berdasarkan survey yang diadakan oleh YouGov, popularitas Southgate mengalahkan Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson.

Angka yang diterbitkan oleh YouGov menunjukkan 66 persen partisipan memiliki pandangan yang baik tentang Southgate, dengan hanya lima persen pandangan yang tidak menguntungkan.

Sementara Perdana Menteri Boris Johnson –yang belum lama ini menikahi sang tunangan Carrie Symonds, meraih 39 persen suara menguntungkan dan 54 persen tidak menguntungkan.

YouGov melakukan survey usai kapten legendaris Tiga Singa, Gary Neville memuji kepemimpinan Southgate menyusul kemenangan 2-1 di perpanjangan waktu atas Denmark. Kemenangan ini mengantar Inggris ke final Euro 2020.

 

“Standar para pemimpin di negara ini dalam beberapa tahun terakhir sangat buruk,” kata Gary Neville, melansir Sportsmole, Sabtu, 10 Juli 2021.

“Melihatnya (Southgate), dia adalah segalanya yang harus dimiliki seorang pemimpin, hormat, rendah hati, dia mengatakan yang sebenarnya,” sambung mantan kapten Manchester United itu.

Di laga pamungkas pesta sepakbola antara negara Eropa itu, Inggris akan menghadapi Italia di Stadion Wembley. Ini merupakan final pertama Inggris sejak memenangkan trofi Piala Dunia 1966.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini