Wajah Nia Ramadhani sebelum Ditangkap karena Narkoba Jadi Perbincangan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Publik tengah dihebohkan dengan kabar penangkapa Nia Ramadhani dan suaminya, Ardi Bakri terkait narkoba. Keduanya ditangkap di kawasan Pondok Indah, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu 7 Juli 2021 malam.

Nama Nia Ramadhani pun langsung menjadi perbincangan netizen. Mereka juga menyoroti postingan Instagram Story yang menampilkan wajah perempuan 31 tahun itu. Netizen menilai wajahnya tampak berbeda.

Dalam postingan yang diunggah pada Rabu 7 Juli 2021, wajah Nia Ramadhani tampak layu dan pucat tak seperti biasa. Kedua matanya pun sayu dan pipinya tampak lebih tirus.

Nia Ramadhani juga menggerai rambut panjangnya. Ini membuat dirinya tampak lebih kurus. Selain itu juga tak memakai lipstik yang berwarna cerah sehingga penampilan pucatnya tak tertutupi.

 

Postingan Instagram Story Nia Ramadhani ini pun banyak diunggah ulang oleh akun-akun lainnya, salah satunya @insta.nyinyir. Netizens pun merasa wajah Nia Ramadhani berubah.

“Apa ini rahasia tubuh langsing dia ?,” komentar @sarah****kswndi.

“Kelihatan kempong n agak tua kak Nia?,” tulis @alul*****bran.

“Jelas make .. cara ngomong nya jg belibet,” ungkap @mil****uso.

“Story terakhirnya lebih pucet lg mukanya?,” kata @jae****ove.

“Oooo yaaa cungkrinngggg bgtu.. klo ga ganja ya nyabu.. mungkin yaaaa .. awas ya klo rehaabb jeblosinn penjaraaaa,” koment @aral****_lenna.

“Aku udah merasakannya dari bulan2 kmren.. nia kok semakin kuruss dan kusamm makek kah atau knp?!,” kata @wha*****vn.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini