Ini Cara Agar Anak-Anak Tidak Mengakses Tayangan Perusak Moral di Era Digital

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Di era kemudahan digital sekarang, kita tidak bisa lagi melarang anak-anak untuk menonton tayangan yang dinilai merusak moralnya seperti Sinetron Zahra atau pentolan Sunda Empire, Lord Rangga.

Hal itu diungkapkan Director for Education Commision Vox Populi Institute Indonesia, Indra Charismiadji saat berbincang dengan Mata Milenial Indonesia TV yang dilihat, Kamis 1 Juli 2021.

Menurutnya, era digital seperti sekarang Orang menyebutnya sebagai information super highway. Artinya nggak ada batasan lagi. Jadi hal-hal seperti SARA dan pornografi dengan mudahnya akan diakses anak-anak kita bahkan sejak masih usia dini.

“Itu tidak bisa dihindari karena eranya, era keterbukaan. Jadi mengantisipasinya bukan dengan cara melarang dan membatasi mereka. Tapi, kita harus mencerdaskan mereka,” ujar Indra.

Artinya, membiasakan mereka bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, karena kita tidak bisa menjadi hakim untuk anak-anak.

Kita tidak bisa menentukan hal yang baik seperti keinginan orang tua.

Lebih jauh soal mendidik anak agar terhindar dari tayangan yang tidak baik, tonton People Talk di link berikut:

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG Dikawal Para Ahli, Masa Depan Gizi Anak Makin Terjamin

Oleh: Alexander Royce*)Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menjadi salah satu kebijakan strategispemerintah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia. Di tengahberbagai tantangan pembangunan, mulai dari stunting, kesenjangan akses panganbergizi, hingga kebutuhan peningkatan kualitas generasi muda menuju Indonesia Emas 2045, kehadiran MBG menunjukkan komitmen negara untuk memastikan setiap anakIndonesia mendapatkan hak yang sama atas asupan gizi yang berkualitas. Pemerintahterus memperkuat tata kelola dan pengawasannya dengan melibatkan para ahli gizi, tenaga kesehatan, akademisi, hingga berbagai pemangku kepentingan agar manfaatnya semakin optimal dan tepat sasaran.Dukungan terhadap MBG juga datang dari kalangan akademisi dan praktisi gizi. Ahli Gizi Institut Pertanian Bogor (IPB) sekaligus Dewan Pengurus Pusat Himpunan Alumni IPB Departemen Gizi, Lesda Lybaws, menilai program MBG merupakan langkah yang efektif untuk memutus rantai stunting...
- Advertisement -

Baca berita yang ini