Ini yang Harus Dicontoh Indonesia dari India Dalam Kendalikan Covid19

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTAIndonesia harus segera meningkatkan tes-lacak-isolasi/obati sebanyak-banyaknya agar kita bisa memperoleh gambaran infeksi akibat Covid19 yang mendekati kondisi sesungguhnya, ditambah mempercepat cakupan vaksinasi untuk menghentikan penularan Virus InSARS-Cov-2 penyebab Covid19.

Hal itu diungkapkan Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Infeksi Perhimpunan Doker Paru Indonesia (PDPI) dr. Erlina Burhan dalam pesan yang dilihat Mata Indonesia News, Senin 28 Juni 2021.

Menurut Erlina, kemampuan tes Covid19 yang dilakukan India jauh lebih besar dari Indonesia yaitu mencapai 2 juta orang satu hari.

“Tapi mereka (India) masuk dalam kategori kolaps (pelayanan rumah sakitnya). Jika kemampuan testing dan tracing (lacak) Indonesia rendah, kita bisa saja dihadapkan pada situasi seperti India,” ujar Erlina.

Hal lain yang membuat kondisi Covid19 meningkat adalah cakupan vaksinasi yang masih rendah sehingga masih banyak orang yang bisa tertular varian Delta.

Apalagi, varian ini sangat mudah menularkan karena kemampuan droplet (muncratan ludah) mampu airborne atau melayang.

Akibatnya, orang terdekat yang kebetulan berpapasan sangat mudah terpapar sehingga bisa mengakibatkan infeksi Covid19.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Ramadan: Menanam Benih Toleransi, Menggugurkan Akar Radikalisme

Oleh: Juana Syahril)* Bulan Ramadan tidak hanya menjadi momentum ibadah spiritual bagi umat Islam, tetapi juga ruang refleksi untuk memperkuat nilai-nilai sosial seperti toleransi dan pengendalian diri. Di tengah meningkatnya polarisasi di era digital, semangatRamadan dapat menjadi fondasi penting untuk mencegah berkembangnya pahamradikalisme dalam masyarakat. Anggota Komisi Perempuan Remaja, dan Keluarga Majelis Ulama Indonesia (MUI), Rabicha Hilma Jabar Sasmita mengatakan bahwa toleransi beragama di Indonesia pada dasarnya bukanlah sesuatu yang baru. Sejak lama masyarakatIndonesia telah hidup dalam keberagaman dan mampu menjalin kehidupan sosialyang harmonis. Keberagaman suku, agama, dan budaya menjadi bagian dariwarisan peradaban yang telah membentuk karakter masyarakat Nusantara. Dalam pandangannya, kehidupan masyarakat Indonesia sejak dahulu telahmencerminkan praktik toleransi yang kuat. Masyarakat terbiasa hidup berdampinganmeskipun memiliki latar belakang keyakinan yang berbeda. Tradisi tersebut juga sejalan dengan nilai-nilai keislaman yang memandang keberagaman sebagai bagiandari kehendak Tuhan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini