Saguer, Arak khas Minahasa Bercita Rasa Manis dan Asam

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Dunia kuliner Sulawesi Utara tak hanya menyuguhkan deretan hidangan kaya rasa. Berbagai minuman tradisionalnya juga  tak kalah memanjakan lidah. Salah satu minuman tradisional terkenal asal Minahasa yaitu saguer.

Saguer merupakan minuman yang terbuat dari campuran air nira segar dari pohon aren.  Dengan air nira yang telah difermentasikan di dalam bambu yang ujungnya diberi saringan berupa ijuk kelapa. Kualitas saguer tergantung dari ijuk kelapa yang digunakan, semakin baru ijuk kelapa, maka semakin tinggi kualitasnya. Setelah didiamkan beberapa hari, saguer tersebut menghasilkan rasa manis bercampur asam dan mengandung alkohol dengan kadar rendah.

Sejak dulu, ada adat dan tradisi khusus untuk meminum saguer, yaitu minum Saguer yang disimpan di dalam bambu atau dalam Bahasa Minahasa wulu dan diminum memakai gelas bambu atau dalam Bahasa Minahasa kower. Tradisi ini biasanya diadakan saat hari-hari besar orang Minahasa. (Mutiara Putri Kinasih)

Berikut tampilan Saguer arak khas Minahasa :

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini