Jelang PON XX, Wilayah Papua Dipastikan Aman

Baca Juga

MATA INDONESIA, TIMIKA – Pekan Olahraga Nasional (PON) XX akan digelar 2-15 Oktober 2021 di di Papua. Untuk menjaga agar suasana tetap kondusif, Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Korgabwilhan) III terus berkoordinasi dengan jajaran Kodam XVII/Cenderawasih dan Kepolisian Daerah Papua.

Menurut Panglima Kogabwilhan III Letjen TNI Agus Rohman, langkah ini dilakukan untuk memastikan pelaksanaan PON XX dapat berjalan aman dan terkendali.

“Bukan kami menyepelekan adanya potensi gangguan dan lain-lain, kami tetap mengoptimalkan pengamanan dan terus berkoordinasi dengan Kodam dan Polda,” katanya, Senin 14 Juni 2021.

Ia juga memastikan kondisi Timika yang menjadi salah satu wilayah penyelenggara PON XX untuk beberapa cabang olahraga tetap kondusif. Agus juga menjamin pasukan TNI/Polri selalu siap sedia di wilayah tersebut.

“Terkhusus di Timika pasukan yang ada cukup kuat di sini,” ujarnya.

Agus pun berharap setiap kontingen dari masing-masing provinsi tak perlu mencemaskan kondisi di Papua. Mereka diminta untuk melibatkan aparat TNI/Polri terkait dengan koordinasi pengamanan mereka selama berada di Papua.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini