Viral! Ekspresi Pengantin Pria yang Terkejut Lihat Istrinya Berjenggot usai Buka Masker

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – Sebuah video yang menampilkan ekspresi pengantin pria terkejut melihat istrinya berjenggot saat hendak cium keningnya viral di media sosial. Ibuka masker menjadi viral. Video itu diunggah diunggah oleh sebuah akun TikTok Indradewi2242.

Isi video menampilkan sepasang pengantin yang baru saja melakukan ijab kabul pernikahan. Acara itu disaksikan keluarga dan tamu undangan.

Sang pengantin pria terlihat gagah dengan setelan jas berwarna hitam lengkap dengan kalung bunga melati layaknya pengantin pada umumnya. Sementara itu, sang wanita mengenakan gaun panjang berwarna putih dengan hijab serra masker berwarna senada.

Setelah ijab kabul terucap dengan lancar, pengantin wanita diminya untuk mencium tangan pria yang telah menjadi suaminya. Selain itu, pengantin pria juga diminta untuk mencium kening dari wanita yang telah sah menjadi istrinya tersebut.

Sang wanita pun diminta untuk melepas masker yang ia gunakan. Setelah terlepas, sang pengantin pria justru terkejut bukan main karena rupanya sosok yang sedari tadi duduk bersamanya bukanlah sang wanita pujaan hati.

Sosok itu ternyata seorang pria berjenggot dan berkumis yang mengenakan gaun pengantin lengkap. Hal ini pun membuat gelak tawa tamu yang hadir.

Rupanya, pengantin pria itu dijahili. Dalam video terdapat keterangan, “Sebelum pelaku prank dikenakan sanksi, kita prank dulu ini mempelai laki-lakinya,” tulis keterangan dalam video.

“Calon istri berjenggot dan berkumis,” tandasnya.

Video ini pun viral dan mendapat bergam respon dari netizen. Tak sedikit yang terhibur melihat aksi pengantin pria itu.

“Ih lucu, masnya heran dan kaget,” komentar @ki****s40.

“Masya Allah bengek say, selamat berbahagia ya,” tulis @bun*****syil2.

“Wah parah,” kata @ms.sur*****achtiar.

“Untung lakinya gak nyosor,” komentar @anja****ri74.

“Asik banget sih keluarga kedua pihak,” tulis @miss.*****ush.

Lihat videonya di sini!

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Menutup Kesenjangan Layanan Kesehatan melalui Koperasi Desa

Oleh: Yandi Arya Adinegara )*Kesenjangan layanan kesehatan antara wilayah perkotaan dan pedesaan masihmenjadi pekerjaan rumah besar dalam pembangunan nasional. Di satu sisi, kota-kota besar menikmati akses rumah sakit modern, tenaga medis memadai, sertadistribusi obat yang relatif lancar. Di sisi lain, banyak desa masih menghadapiketerbatasan fasilitas kesehatan, minimnya ketersediaan obat, hingga rendahnyaketerjangkauan layanan bagi masyarakat.Dalam konteks inilah, langkah pemerintah menghadirkan Koperasi Desa/Kelurahan(Kopdes) Merah Putih sebagai simpul layanan kesehatan sekaligus pusat ekonomidesa patut diapresiasi sebagai terobosan strategis dan relevan dengan kebutuhanzaman.Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menegaskan bahwa Kopdes Merah Putih tidakhanya dirancang sebagai penggerak ekonomi lokal, tetapi juga menjadi ujungtombak pelayanan kesehatan masyarakat desa. Setiap koperasi akan dilengkapidengan gerai obat dan klinik kesehatan, sebuah inovasi yang secara langsungmenyasar persoalan klasik: keterbatasan akses layanan kesehatan di wilayah pedesaan. Pernyataan ini bukan sekadar wacana, melainkan bagian dari desainkebijakan yang terintegrasi lintas sektor.Selama ini, salah satu persoalan mendasar adalah masih adanya warga desa yang belum terjangkau oleh program jaminan kesehatan nasional. Kehadiran klinik desaberbasis koperasi membuka peluang bagi masyarakat untuk mendapatkan layanankesehatan yang lebih dekat, murah, dan mudah diakses. Ferry Juliantonomenekankan bahwa pemerintah ingin memastikan masyarakat desa memperolehjaminan pelayanan kesehatan yang layak, melalui sinergi antara Kementerian Koperasi, Kementerian Kesehatan, dan BPJS Kesehatan.Langkah kolaboratif ini diperkuat dengan penandatanganan nota kesepahamanantara Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi dan Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito. Kerja sama tersebut tidak hanya bertujuanmemperluas cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional...
- Advertisement -

Baca berita yang ini