Kapal Vietnam dan Thailand Semakin Berani Keruk Ikan di Natuna

Baca Juga

MATA INDONESIA, NATUNA – Kapal ikan berbendera Vietnam dan Thailand semakin berani mengeruk ikan-ikan yang ada di Laut Natuna.

Nelayan setempat melalui Aliansi Nelayan Kabupaten Natuna menilai terkesan kapal-kapal asing itu dibiarkan aparat keamanan. Selain itu, tak jarang mereka berani menabrak kapal-kapal milik nelayan Natuna.

Menurut Ketua Aliansi Nelayan Kabupaten Natuna, Herman, para nelayan asing tersebut sudah mengelilingi seluruh titik ikan di Natuna.

“Masih masuk wilayah tangkap kita,” kata Herman yang dikutip Minggu 6 Juni 2021.

Menurut Herman, kehadiran nelayan negara tetangga tersebut sangat merugikan nelayan Natuna karena cara menangkap mereka menggunakan pukat harimau yang merusak lingkungan.

Herman mengaku sudah melaporkan kondisi tersebut kepada pemerintah daerah maupun pusat, tetapi hingga kini belum ditanggapi dengan pengusiran kapal-kapal tersebut.

Sebab, seperti dilansir Antaranews, upaya penghadangan yang dilakukan para nelayan Natuna tidak dihiraukan bahkan tidak jarang kapal-kapal dari kedua negara tersebut sengaja menabrakkan kepada kapal nelayan kita yang lebih kecil ukurannya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini