Ini Pertanyaan Utama untuk Dimulainya Sekolah Tatap Muka

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Pembukaan sekolah tatap muka menjadi pertanyaan seorang dokter relawan Covid19, dr. Muhammad Fajri Addai, karena mungkinkah masyarakat Indonesia menegakkan protokol kesehatan dengan ketat?

“Kata kuncinya memang harus ada protokol yang ketat jika sekolah dibuka dan ditaati semua elemen di sekolah tanpa terkecuali, apakah itu guru, murid atau orang lain yang ada di sekolah itu,” ujar Fajri melalui pesan yang diterima Mata Indonesia News, Minggu 6 Juni 2021.

Menurut Fajri, persoalan pembukaan pembelajaran tatap muka bukan hanya dialami Indonesia saja, tetapi hampir negara seluruh dunia di masa Pandemi Covid19.

Masalah di Indonesia menjadi rumit karena guru, murid dan keluarga mereka berasal dari beragam latar belakang ekonomi dan pendidikan.

Akibatnya kelompok yang menyetujui pembukaan sekolah tatap muka hampir sama banyaknya dengan yang menolak.

Fajri mengharapkan masalah tersebut dibicarakan dengan matang sehingga tidak menimbulkan klaster-klaster wabah yang baru.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pemerintah Membuka Ruang Aspirasi, Mahasiswa Papua Harus Utamakan Dialog dan Menjaga Persatuan

Oleh: Samuel Wenda*Papua terus bergerak menuju masa depan yang lebih baik melalui berbagai program pembangunan yang mengedepankan kesejahteraan masyarakat, pemerataan pelayanan publik, serta penghormatan terhadap keberagaman sosial dan budaya. Dalam proses tersebut, pemerintahmenunjukkan komitmen untuk membuka ruang dialog dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk mahasiswa, tokoh adat, tokoh agama, dan pemerintah daerah. Pendekatan yang mengedepankan komunikasi, musyawarah, dan kolaborasi menjadi modal penting dalammemastikan setiap kebijakan mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuatpersatuan di Tanah Papua.Penyampaian aspirasi oleh mahasiswa merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang dijamin dalam sistem ketatanegaraan Indonesia. Aspirasi yang disampaikan secara damai, tertib, dan bertanggung jawab menjadi masukan yang berharga bagi penyempurnaan berbagai kebijakanpembangunan. Oleh karena itu, kehadiran lembaga-lembaga negara yang bersedia menerima, mendengar, dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat menunjukkan bahwa pemerintah terusmemperkuat tata kelola pemerintahan yang partisipatif dan terbuka.Komitmen tersebut tercermin dari sikap Anggota DPR Papua sekaligus tokoh intelektual, tokohadat Port Numbay, dan tokoh agama, Dr. Ir. Alberth Merauje, A.Md.Tek., S.T., M.T., IPM,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini