7 Fasilitas Ramah Difabel yang Harus Dioptimalkan di Indonesia

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Ternyata terdapat perbedaan arti dari kata disabilitas dan difabel. Jadi, sebenarnya kedua sebutan tersebut sama-sama ditujukan untuk penyandang cacat.

Namun, kata disablilitas atau disabled bisa mengandung arti yang keliru, lho! Secara harfiah dalam bahasa Inggris, disabled berarti tidak sanggup. Padahal, penyandang cacat bukanlah disabled person, melainkan different ability person (diffable) atau dalam bahasa Indonesia adalah difabel. Nah, itulah mengapa sebaiknya sebutan difabel lebih dimarakkan dibanding disabilitas.

Sudah seharusnya setiap warga negara mendapatkan hak yang sama dalam menikmati fasilitas umum. Sayangnya, fasilitas umum untuk penyandang difabel di negara kita masih belum bisa dikatakan optimal.

Meski begitu, beberapa tahun belakangan pemerintah sedang gencar untuk meng-upgrade segala fasilitas umum sehingga ramah difabel. Di antaranya, terdapat 7 fasilitas ramah difabel di Indonesia yang perlu kamu ketahui. Dengan mengetahuinya, semoga kita lebih aware dan turut menjaganya untuk teman-teman difabel, ya! (Mutiara Putri Kinasih)

  1. Bus khusus penyandang difabel. Beberapa waktu lalu, nih, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mencanangkan bus khusus penyadang difabel. Bus ini tentunya dilengkapi tekonologi hidrolik yang mempermudah penyandang difabel menaiki bus.
  2. Layanan taksi ramah difabel. Sejak 2014 lalu, Blue Bird meluncurkan layanan taksi dengan rancangan khusus untuk penyandang difabel. Didesain khusus oleh produsen mobil Jepang, taksi ini memiliki tempat duduk dengan pengaturan canggih untuk mempermudah difabel masuk ke dalam.
  3. Jalur pemandu khusus difabel (guiding block). Kalau fasilitas ramah difabel ini pasti sudah sering kamu temukan di trotoar kota. Beberapa tahun belakangan, pemerintah gencar memperbanyak sekaligus sosialiasi mengenai fasilitas guiding block ini.
  4. Fasilitas toilet umum khusus penyandang difabel. Fasilitas toilet umum khusus penyandang difabel kini sudah mulai marak disediakan di berbagai fasilitas umum. Kamu pun bisa menemukannya baik di mal, sejumah rest area tertentu, dan fasilitas umum lainnya.
  5. Perpustakaan khusus penyandang tuna netra. Fasilitas ramah difabel ini amat membantu teman-teman penyandang tunanetra. Indonesia punya sejumlah perpustakaan umum yang menyediakan bacaan khusus dalam format braille ataupun digital. (Twitter @MalangPunyaGawe)
  6. Lift khusus penyandang difabel. Lift khusus penyandang difabel merupakan salah satu fasilitas yang sudah bisa kita temukan di beberapa tempat publik. Sayangnya, lift khusus ini masih belum terpenuhi seluruhnya bagi penyandang difabel di Indonesia.
  7. Fasilitas ramah difabel di tranportasi umum. Beberapa transportasi umum di Indonesia sudah mulai menyediakan fasilitas ramah difabel. Seperti di MRT, TransJakarta, kereta api jarak jauh, hingga bandara. Semoga, transportasi umum di Indonesia kelak bisa semakin ramah bagi para penyandang difabel.

Berikut tampilan 7 fasilitas ramah difabel yang ada di Indonesia :

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Sidak Ramadan sebagai Instrumen Stabilitas Pasar

Oleh: Yusuf Rinaldi)* Setiap memasuki bulan suci Ramadan dan menjelang Idulfitri, pemerintahmemastikan stabilitas harga dan ketersediaan pangan nasional tetap terjaga melaluilangkah pengawasan yang aktif dan terukur. Peningkatan aktivitas konsumsimasyarakat dipandang sebagai momentum positif yang mencerminkan perputaranekonomi yang dinamis. Dalam kerangka tersebut, inspeksi mendadak (sidak) menjadi instrumen strategis untuk memperkuat tata kelola pangan, memastikandistribusi berjalan lancar, serta menjaga keterjangkauan harga bahan pokok. Kehadiran langsung pemerintah di lapangan menegaskan komitmen kuat dalammelindungi kepentingan masyarakat, memperkuat transparansi rantai pasok, sertamembangun kepercayaan publik terhadap sistem pangan nasional yang tangguhdan responsif. Langkah tersebut terlihat nyata ketika Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional (Bapanas), Sarwo Edhy, turun langsung melakukan pemantauan di Pasar Jonggol, yang selama ini dikenal sebagai pasar penyangga bagi wilayah Bogor, Bekasi, hingga Jakarta. Kehadiran pejabat tinggi di titik distribusi akhir menunjukkan bahwapemerintah mengedepankan pengawasan berbasis kondisi riil lapangan. SarwoEdhy menegaskan bahwa selama Ramadan pemerintah tidak boleh lengah dan harus memastikan harga tetap terkendali serta distribusi berjalan lancar. Jika ditemukan ketidaksesuaian, langkah pembenahan akan segera dilakukan di lokasi. Hasil pemantauan memperlihatkan mayoritas komoditas pangan strategis beradadalam kondisi relatif stabil. Harga beras medium lokal berada di kisaran Rp13.000 per kilogram dan beras premium Rp14.500 per...
- Advertisement -

Baca berita yang ini