Alhamdulillah, Istri Almarhun Sapri Lahirkan Bayi Laki-laki

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Istri komedian mendiang Sapri Pantun, Irma Suryatin berhasil melahirkan anak bungsunya. Bayi berjenis kelamin laki-laki itu lahir pada Sabtu, 15 Mei 2021 pukul 20.30 WIB.

Kabar tersebut diungkap oleh adik Sapri, Dolly. Ia nenyampaikan kabar gembira itu lewat akun @dollypret.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by dollydoll (@dollypret)

Alhamdulillah telah lahir anak almarhum bang sapri dengan: Jenis kelamin : laki-laki Berat Lahir : 2850 gr, Panjang Lahir : 48 cm Tanggal : 15 mei 2021, Jam : 20.30 WIB,” tulis Dolly.

Ia juga memperlihatkan wajah bayi Irma yang berada di inkubator dan terbalut oleh selimut kuning.

Sebelumnya, Irma berencana melahirkan bayinya pada Selasa, 18 Mei mendatang. Namun sayang, sang suami, Sapri sudah lebih dulu berpulang ke rahmatullah sebelum bayi kecilnya lahir.

Pada unggahan Instagram-nya, Dolly juga menuliskan bahwa dirinya sangat bersyukur bisa memberikan kontribusi besar pada kelahiran sang keponakan. Dolly diberikan amanah untuk mengumandangkan azan pada telinga bayi Sapri.

Selain itu, dia juga menuturkan doa terbaik untuk bayi laki-laki Sapri yang tidak sempat bertemu dengan sang ayah.

“Mudah2an amanah ini bisa tetap kita jaga untuk mendidik dan membesarkan sang buah hati. Semoga kelak nanti bisa menjadi kebanggaan kedua orang tua,” kata Dolly.

Komedian Sapri Pantun meninggal pada Senin, 10 Mei 2021. Sapri menghembuskan nafas terakhir akibat penyakit diabetes yang menggerogoti tubuhnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Prioritas MBG untuk 3B, Investasi Gizi Masa Depan

Oleh: Citra Kurnia Khudori)* Upaya menurunkan angka stunting di Indonesia membutuhkan pendekatan yang lebih terarah pada fase paling krusial dalam siklus kehidupan manusia. Karena itu, intervensi gizi pada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B) menjadi langkahstrategis untuk memastikan generasi mendatang tumbuh sehat dan berkualitas. Dalam konteks tersebut, program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang memprioritaskan kelompok 3B menunjukkan arah kebijakan yang tepat. Fokus pada bumil, busui, dan balita berarti pemerintah menempatkan perhatian pada periodeemas 1.000 hari pertama kehidupan (HPK), yang menjadi penentu utama tumbuhkembang anak. Jika intervensi gizi dilakukan secara konsisten sejak masa kehamilan hingga awalkehidupan anak, risiko stunting dapat ditekan secara signifikan. Dengan demikian, kebijakan gizi yang tepat sasaran bukan hanya program bantuan, tetapi juga investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia. Pemerintah melalui Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga(Kemendukbangga)/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengandalkan program MBG kategori 3B sebagai strategi kunci untukmengatasi stunting sejak dini.  MBG 3B menjadi bagian integral dari komitmen Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam membangun sumber daya manusiaberkualitas, khususnya melalui pemenuhan gizi pada periode emas 1.000 HPK.  Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, mengatakan program...
- Advertisement -

Baca berita yang ini