Chat Dibongkar, Seo Ye Ji Jadi Penyebab Seohyun Dapat Perlakuan Kasar dari Kim Jung Hyun?

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – Belakangan nama aktor Kim Jung Hyun menjadi perbincangan publik. Sikapnya terhadap Seohyun saat membintang drama ‘Time’ kembali menarik perhatian publik usai dirinya dikabarkan pacaran dengan Seo Ji Hye dan berencana pindah agensi.

Seperti diketahui, perilaku kasar Kim Jung Hyun terhadap Seohyun terjadi selama membintangi drama “Time” pada 2018 lalu. Tak hanya itu, sang aktor juga diketahui meminta banyak perubahan adegan dalam naskah, mengakibatkan penulis dan kru kesulitan.

Pada Selasa 12 April 2021, Dispatch mengklaim bahwa Seo Ye Ji adalah dalang di balik perilaku Kim Jung Hyun terhadap Seohyun di lokasi syuting. Media Korea Selatan itu pun mengungkapkan serangkaian pesan teks antara Seo Ye Ji, yang saat itu adalah pacar Kim Jung Hyun.

Dispatch mengatakan Seo Ye Ji dan Kim Jung Hyun dikritik karena tidak profesional karena kehidupan cinta pribadinya. Di bawah ini adalah kutipan dari pesan teks mereka:

Seo Ye Ji: Kim yang kaku, hindari semua kontak fisik.

Kim Jung Hyun: Ya, Bu.

Seo: Mengapa Anda tidak melaporkan apa yang Anda lakukan hari ini?

Kim: Saya bahkan tidak menyapa staf wanita. Benar-benar bertindak tidak tertarik pada orang lain.

Kim: Hanya kamu yang bisa menyentuh tanganku.

Seo: Lakukan segalanya tanpa gairah. Tidak ada kontak fisik.

Kim: Ya, Bu. Saya Kim yang kaku!

Seo: Apakah Anda berperilaku seperti itu?

Seo: Bagaimana Anda menyapa orang?

Kim: (mengirim video) Aku bahkan tidak menyapanya.

Seo: Lagipula Anda tidak perlu menyapa mereka (staf). Jika mereka melakukannya lebih dulu, Anda bisa menanggapinya dengan kasar.

Kim: Saya terus membaca naskah saya. Tanpa melakukan apapun.

Seo: Sesuaikan naskah agar tidak ada adegan romantis.

Kim: Ya, saya sedang membaca naskahnya.

Seo: Oke, lakukan yang terbaik. Tidak ada romansa atau kontak fisik.

Sementara itu, berikut adalah laporan dari orang dalam dan staf serial drama:

“Dia terus-menerus meminta untuk menyesuaikan naskah di lokasi syuting. Jika permintaannya tidak dipenuhi, dia kemudian berlari keluar dan mengering.”

“Penulis Choi mengeluarkan sekumnya jadi dia harus menulis sambil memasang kantong darah. Semua orang serius dalam proyek ini.”

“Insiden siaran pers belum pernah terjadi sebelumnya. Setiap kali Seohyun mencoba membenamkan dirinya dalam peran tersebut, dia akan menghalangi dia. Dia mengalami masa-masa sulit. Sering menangis.”

“Ada adegan Seohyun tertabrak mobil dan dia bilang dia akan menghentikan mobil dengan tangannya saja. Dia bukan ‘iron man’.”

Mengenai laporan ini, agensi Seo Ye Ji, Gold Medalist menyatakan bahwa mereka mencoba memverifikasi detailnya. “Kami sedang menyelidiki ini,” ungkap perwakilan agensi.

Agensi Kim Jung Hyun, O& Entertainment menyatakan mereka tidak tahu apa-apa tentang laporan Dispatch. Saat ini, O& Entertainment sedang dalam perselisihan kontrak dengan Kim Jung Hyun.

“Kami tidak tahu apa-apa tentang ini. Kami tidak punya apa-apa untuk dikatakan,” tutur agensi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Prabowo dan Agenda Penguatan Peran Guru dalam Pembangunan Bangsa

Oleh: Amanda Purnama )*Presiden Prabowo Subianto menempatkan sektor pendidikan sebagaisalah satu fondasi utama pembangunan nasional. Dalam kerangkatersebut, guru dipandang sebagai elemen paling penting dalam proses mencetak sumber daya manusia unggul yang mampu menjawabtantangan masa depan. Karena itu, berbagai kebijakan yang dijalankan pemerintah saat inidiarahkan untuk memperkuat kesejahteraan, kompetensi, danprofesionalisme guru agar kualitas pendidikan nasional semakinmeningkat.Komitmen pemerintah terhadap penguatan peran guru terlihat darilangkah nyata yang dilakukan dalam perbaikan sistem kesejahteraan tenaga pendidik. Selama bertahun-tahun, persoalan birokrasi yang panjang dalam penyaluran hak-hak guru sering menjadi perhatian. Pemerintah kemudian menghadirkan terobosan baru dengan memastikangaji dan tunjangan dapat diterima langsung oleh guru melalui transfer kerekening masing-masing setiap bulan.Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menjelaskanbahwa mekanisme baru tersebut menjadi bagian dari upayapenyederhanaan birokrasi yang diinisiasi Presiden Prabowo. Menurut Abdul, kebijakan ini dirancang agar para guru dapat merasakanmanfaat program pemerintah secara langsung tanpa harus menghadapiproses administrasi yang berlarut-larut.Kebijakan transfer langsung tunjangan guru menunjukkan perubahanpendekatan dalam tata kelola pendidikan. Pemerintah tidak hanyaberupaya menyediakan anggaran yang memadai, tetapi juga memastikansetiap program berjalan secara efektif dan tepat sasaran. Kebijakan transfer langsung tunjangan guru sekaligus memperlihatkankeseriusan pemerintah dalam menghadirkan pelayanan publik yang lebihresponsif terhadap kebutuhan tenaga pendidik.Peningkatan kesejahteraan guru juga diwujudkan melalui kenaikantunjangan bagi guru non-ASN. Pemerintah menaikkan tunjangan dariRp1,5 juta menjadi Rp2 juta per bulan. Sementara itu, guru ASN memperoleh tunjangan sebesar satu kali gajipokok. Kebijakan tersebut mencerminkan perhatian pemerintah terhadappeningkatan kesejahteraan tenaga pendidik sebagai bagian dari investasijangka panjang di bidang pendidikan.Program peningkatan kompetensi guru menjadi agenda lain yang mendapat perhatian besar dari pemerintah. Selain memperkuat aspekkesejahteraan, pemerintah menyadari bahwa kualitas pendidikan sangatditentukan oleh kapasitas tenaga pendidik. Oleh sebab itu, berbagai program pengembangan kompetensi terusdiperluas agar guru memiliki kesempatan yang lebih besar untukmeningkatkan kualifikasi akademiknya.Program beasiswa bagi guru yang belum memiliki gelar D4 atau S1 menjadi salah satu instrumen utama dalam agenda tersebut. Abdul Mu’timenyampaikan bahwa pemerintah menargetkan sebanyak 150.000 guru menerima bantuan pendidikan melalui skema Rekognisi PembelajaranLampau (RPL) pada tahun 2026. Melalui program itu, guru memperolehbantuan pendidikan sebesar Rp3 juta per semester untuk menyelesaikanstudi mereka.Program Pendidikan Profesi Guru...
- Advertisement -

Baca berita yang ini