Kelar Syuting, ‘Friends: The Reunion’ Siap Tayang di HBO Max

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kabar bahagia untuk kamu penggemar serial televisi lawas Amerika Serikat, Friends. Kini, proses syuting ‘Friends: The Reunion’ sudah rampung dan tinggal menunggu jadwal rilisnya.

Kabar tersebut dikonfimasi langsung oleh akun IG mereka. Tertulis pula bahwa remake series yang dibintangi Jennifer Anniston ini akan tayang di platform nonton streaming, HBO Max.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Friends (@friends)

“Bungkus! Haruskah kita lebih bersemangat lagi? ‘Friends: The Reunion’ segera tayang di HBO Max,” begitu caption yang tertulis di postingan akun Friends, Minggu 11 April 2021.

Sebelumnya, proses syuting serial Friends sempat tertunda akibat pandemi Covid-19. Namun, kini proses syuting tersebut sudah rampung yang dilakukan di Los Angeles, Amerika Serikat.

Sementara itu, bintang ‘Friends’, David Schwimmer telah berbicara tentang episode spesial ini dan mengonfirmasi bahwa para pemeran akan tampil sebagai diri mereka sendiri, dan bukan dalam karakter.

“Tidak ada naskah. Kami tidak memainkan karakter lain. Kami menjadi diri sendiri, meskipun ada satu hal yang tak bisa saya bocorkan,” kata David.

Serial ‘Friends’ tayang selama 10 musim antara tahun 1994 hingga 2004. Serial ini mendapat banyak penggemar dari generasi ke generasi dan dinominasikan untuk 62 Primetime Emmy Awards, serta memenangkan penghargaan Outstanding Comedy Series pada tahun 2002.

Episode spesial berjudul ‘Friends: The Reunion’ itu kemungkinan besar akan disiarkan di Indonesia. Nantinya, para penonton bisa menonton serial tersebut lewat aplikasi streaming HBO Max.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Employment from the Village: Koperasi Merah Putih dan Ekonomi Kerakyatan

Oleh : Pratama Dika SaputraGagasan membangun ekonomi nasional dari desa kembali menemukan momentumnya melalui program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah. Dalam konteks ketimpanganpembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah, pendekatan berbasis desa menjadi strategi yang tidak hanya relevan, tetapi juga mendesak. Desa bukan lagi dipandang sebagai objek pembangunan semata, melainkan sebagai subjek utama yang memiliki potensi besar dalammenciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendorong kemandirian nasional. Program Koperasi Merah Putih menjadi representasi nyata dari upaya tersebut, denganorientasi pada penciptaan employment from the village yang berbasis ekonomi kerakyatan.Target ambisius pemerintah untuk membangun lebih dari 25 ribu koperasi dalam waktu singkatmencerminkan keseriusan dalam mengakselerasi pembangunan ekonomi berbasis komunitas. Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa koperasi harus menjadi institusi ekonomi yang nyata, bukan sekadar formalitas administratif. Oleh karena itu, koperasi dirancang memiliki fasilitaslengkap seperti gudang, alat pendingin, hingga kendaraan distribusi agar mampu beroperasisecara efektif dan efisien. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokuspada kuantitas, tetapi juga kualitas kelembagaan yang mampu menjawab kebutuhan riilmasyarakat desa.Kehadiran koperasi sebagai agregator ekonomi desa memiliki implikasi besar terhadappenciptaan lapangan kerja. Dengan memotong rantai distribusi yang panjang, koperasi dapatmeningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka peluang kerja baru di sektorlogistik, pengolahan, hingga pemasaran. Model ini memungkinkan masyarakat desa untuk tidaklagi bergantung pada pusat-pusat ekonomi di kota, melainkan menciptakan ekosistem ekonomiyang mandiri di wilayahnya sendiri. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menekanurbanisasi serta mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah.Lebih jauh, Koperasi Merah Putih juga dirancang sebagai solusi terhadap persoalan klasik yang dihadapi petani dan nelayan, yakni keterbatasan akses pasar dan pembiayaan. Dengan adanyalayanan simpan pinjam, distribusi pupuk, hingga fasilitas penyimpanan seperti cold storage, koperasi dapat menjadi tulang punggung bagi sektor produktif di desa. Hal ini sejalan denganupaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, yang sangatbergantung pada optimalisasi potensi daerah.Namun demikian, skala besar program ini juga menghadirkan tantangan yang tidak kecil. Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi sangatditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini