Tokoh Agama Papua Siap Singkirkan Radikalisme

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Tokoh agama Papua berjanji menyingkirkan kelompok atau oknum radikal dari provinsi paling timur Indonesia tersebut.

“Kita sudah sepakat jika ada indikasi keberadaan kelompok atau oknum radikal dan terorisme maka semua komponen akan ambil sikap dalam hal ini akan dipulangkan,” kata Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Papua Pdt. Lipius Biniluk di Sentani yang dikutip Senin 5 April 2021.

Lipius bersama pemuka agama lain termasuk Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Papua KH. Syaiful Islam Al Payage bertekad terus merawat kerukunan beragama demi tetap tegaknya persatuan dan kesatuan bangsa.

Mereka juga mengajak seluruh komponen masyarakat dan umat beragama di Papua menolak segala bentuk eksploitasi isu sara, intoleransi, radikalisme dan terorisme.

FKUB Papua mengharapkan pemerintah menyeleksi dan menindak tegas sekte-sekte yang tidak sesuai perundang-undangan yang berlaku.

Mereka mengimbau dan mengajak seluruh komponen masyarakat maupun umat beragama di Papua tenang dan mempercayakan aparat kepolisian bekerja.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini