Wajib Tahu! Ini Lho Penyebab Mata Kotor saat Bangun Tidur

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Saat bangun tidur, mungkin tak hanya iler yang kamu temukan di wajahmu. Tapi, kamu juga akna melihat adanya kotoran mata atau belek, bukan?

Banyak orang yang menyebut kotoran tersebut sebagai belek. Namun, secara medis kotoran mata ini sebetulnya disebut sebagai ‘rheum’.

Kotoran mata ini terbentuk dari banyak materi, seperti sel-sel mati, lendir, bakteri, sedikit minyak dari kelopak mata dan juga debu yang masuk ke mata. Penyebab kotoran mata kelebihan lendir meliputi pemakaian kosmetik atau lensa kontak yang dapat mengiritasi mata.

Maskara yang tidak dibersihkan dan terbawa tidur juga bisa mengakibatkan lendir ekstra. Nah, saat Anda terlelap, kelopak mata akan menutup dan ini mengakibatkan bahan-bahan yang tadi masuk tersebut menumpuk di area mata.

Cara membersihkan kotoran mata tidaklah rumit. Anda cukup membersihkannya dengan kain lap yang telah dibasahi dengan air hangat, atau bisa juga dengan mencuci muka.

Bila mata anda cenderung berair, bisa jadi karena alergi, atau karena mata kering. akan memicu kelenjar air mata .

Apabila mata terus berair dan muncul kotoran disertai dengan keluhan lain, seperti  gatal, mata bengkak, atau penglihatan sedikit kabur, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter. Dokter mungkin akan memberikan obat mata, seperti salep antibiotik dan obat tetes mata untuk membantu mengatasi keluhan yang kamu rasakan.

Kotoran mata umumnya tidak perlu dikhawatirkan karena itu merupakan respon alami dalam melindungi mata dari benda-benda berbahaya.

Reporter : Purwati Soleha

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini