Mau Beli Haaland, Barcelona Punya Duit Nggak?

Baca Juga

MATA INDONESIA, BARCELONA – Agen dan ayah Erling Haaland bertemu dengan Presiden Barcelona, Joan Laporta. Memangnya Blaugrana sanggup mendatangkan pemain asal Norwegia itu?

Penampilan impresif Haaland membuat klub besar kepincut. Dia mencetak 48 gol dari 48 pertandingan bersama Dortmund setelah direkrut dari Red Bull Salzburg pada Januari 2020 senilai 17 juta Poundsterling.

Barcelona sedang mencari sosok penyerang haus gol yang berusia muda. Saat ini mereka tak punya penyerang tengah murni sejak kepindahan Luis Suarez ke Atletico Madrid. Haaland dinilai bisa menjadi solusi lini depan Blaugrana bersama Lionel Messi dan Antoine Griezmann.

Mino Raiola (agen) dan Alf Inge (ayah) Haaland mendarat di Barcelona Kamis 1 April 2021. Mereka melakukan pertemuan dengan presiden Blaugrana, Joan Laporta membahas soal kemungkinan transfer pemain 20 tahun itu.

Setelah selesai berbicara dengan Laporta, Raiola dan Alf Inge bertolak ke Madrid untuk melakukan hal yang sama dengan Los Blancos.

Di tengah pandemi Covid-19, Barcelona sedang mengalami krisis keuangan dan terlilit utang. Belum lagi jika Messi benar-benar bertahan. Artinya mereka harus membayarkan gaji pemain asal Argentina itu yang jumlahnya sangat besar.

“Mino Raiola dan Alf-Inge Haaland tiba di Bandara El-Prat, Barcelona, pukul 09.30. Mereka dijemput orang suruhan Laporta dan langsung dibawa ke Camp Nou. Mereka melakukan pertemuan selama dua jam. Pihak klub menilai ini adalah langkah awal dalam usaha mendatangkan Haaland,” ujar pengamat sepak bola Spanyol, Alvaro Montero, dikutip dari Sky Sports, Jumat 2 April 2021.

“Pertanyaan bagus apakah Barcelona sanggup mendatangkan Haaland, karena kita harus ingat, dalam dua bulan ke depan hingga Juni, mereka harus membayar utang 730 juta Euro. Beberapa hari lalu mereka melakukan audit dan mengalami kerugian 350 juta Euro,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini