Malam Takbiran, Presiden Jokowi Kembali Bagi-Bagi Ratusan Paket Sembako di Kota Bogor

Baca Juga

MINEWS.ID, BOGOR – Malam takbiran menjelang shalat Idul Fitri 1440 Hijriyah, Presiden Jokowi kembali membagikan sembako di pagar pintu utama Istana Bogor.

Ratusan paket sembako dari dua mobil box tersebut masing-masing berisi minyak goreng, beras, gula pasir dan teh.

Masyarakat mengantre sejak pukul 22.00 WIB, dan langsung menerima paket sembako dengan pengawalan dari Paspampres.

Beberapa menit kemudian Jokowi keluar dari Istana menuju pintu pagar menggunakan mobil golf, dan langsung menyalami masyarakat yang mengantre.

Setelah itu, Jokowi tampak berbincang dengan Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto. Menurut Bima, pembicaraannya hanya berkaitan dengan pembagian sembako dan rencana Shalat Id.

“Presiden bilang tadi masih ada stok sembako dari pembagian yang di Otista. Beliau ingin berbagi dengan masyarakat Kota Bogor sekarang juga di sini semoga bisa dihabiskan,” kata Bima.

Senin 3 Juni 2019, Presiden juga sempat membagikan ratusan paket sembako di Jalan Otto Iskandardinata (Otista) Kota Bogor Jawa Barat.

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini