Uwu, Lakukan Hal Ini Saat Kencan Pertama

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Pandemi membuat banyak sendi kehidupan mengalami perubahan, tak terkecuali soal konsep kencan. Namun, satu hal yang tidak berubah dalam kencan, yakni kecemasan pada pertemuan pertama.

Belakangan ini, tak sedikit orang yang mencoba peruntungan asmara dengan menggunakan aplikasi kencan. Ketika Anda menyukai satu sama lain, maka Anda dan dirinya memutuskan untuk bertemu.

Apa yang kemudian Anda rasakan? Cemas, gugup, senang, atau grogi? Ya, semua rasa berkumpul menjadi satu. Tentu Anda akan bekerja keras untuk tampil sebaik mungkin agar tak mengacaukan pertemuan pertama dengan si dia.

Jangan khawatir, melansir Times of India, berikut beberapa petunjuk yang akan membantu Anda saat berkencan untuk yang pertama kalinya.

Anda berkencan dengan manusia bukan ponsel

Anda telah membuat langkah besar dengan mengajak seseorang berkencan atau menyetujui tawarannya untuk bertemu. Selain itu, Anda juga sudah berdandan sebaik mungkin. Lantas apakah Anda ingin merusaknya?

Jauhkan telepon Anda ketika bertemu dengannya, kecuali jika itu panggilan penting atau teman kencan Anda aneh dan mengharuskan Anda berpura-pura dalam keadaan darurat.

Jangan ungkit masa lalu

Hindari topik mengenai putus cinta, sakit hati, ditipu, dibayang-bayangi semua emosi ini saat Anda melakukan kencan pertama. Topik ini dapat merusak pertemuan pertama! Hindari pula perbincangan mengenai mantan. Pada momen ini, topik yang seharusnya dibahas adalah soal kalian berdua.

Kenakan sesuatu yang membuat Anda percaya diri

Salah satu cara terbaik untuk mengatasi kecemasan pada kencan pertama adalah berpakaian dengan benar. Kenakan pakaian yang membuat Anda merasa nyaman, percaya diri, dan menarik, dan jangan terpengaruh oleh standar mode yang tidak realistis. Hal yang sama berlaku untuk riasan, wewangian, alas kaki, dan bahkan aksesoris.

Bicarakan tentang minat Anda dan masa depan yang akan datang

Anda bisa menjelaskan kepada teman kencan Anda, bagaiamana melihat diri Anda dalam 1-2 tahun ke depan secara profesional dan pribadi sebagai individu. Mungkin bepergian, mempelajari keterampilan baru, atau mengambil pekerjaan baru.

Ini adalah salah satu cara untuk memahami ideologi teman kencan Anda, seberapa serius mereka tentang masa depan, serta minat, dan hobi mereka. Memiliki minat dan hobi yang sama sangat bermanfaat.

Jadilah diri sendiri

Meskipun ini adalah saran paling klise yang dapat diberikan siapa pun kepada Anda sebelum berkencan, pada kenyataannya, ini adalah tip yang paling berguna. Anda mungkin pergi pada kencan kedua atau berlari ke arah yang berlawanan tetapi dalam kasus mana pun, Anda akan jujur ​​pada diri sendiri dan sosok yang Anda temui, dan itulah yang paling penting.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Menutup Kesenjangan Layanan Kesehatan melalui Koperasi Desa

Oleh: Yandi Arya Adinegara )*Kesenjangan layanan kesehatan antara wilayah perkotaan dan pedesaan masihmenjadi pekerjaan rumah besar dalam pembangunan nasional. Di satu sisi, kota-kota besar menikmati akses rumah sakit modern, tenaga medis memadai, sertadistribusi obat yang relatif lancar. Di sisi lain, banyak desa masih menghadapiketerbatasan fasilitas kesehatan, minimnya ketersediaan obat, hingga rendahnyaketerjangkauan layanan bagi masyarakat.Dalam konteks inilah, langkah pemerintah menghadirkan Koperasi Desa/Kelurahan(Kopdes) Merah Putih sebagai simpul layanan kesehatan sekaligus pusat ekonomidesa patut diapresiasi sebagai terobosan strategis dan relevan dengan kebutuhanzaman.Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menegaskan bahwa Kopdes Merah Putih tidakhanya dirancang sebagai penggerak ekonomi lokal, tetapi juga menjadi ujungtombak pelayanan kesehatan masyarakat desa. Setiap koperasi akan dilengkapidengan gerai obat dan klinik kesehatan, sebuah inovasi yang secara langsungmenyasar persoalan klasik: keterbatasan akses layanan kesehatan di wilayah pedesaan. Pernyataan ini bukan sekadar wacana, melainkan bagian dari desainkebijakan yang terintegrasi lintas sektor.Selama ini, salah satu persoalan mendasar adalah masih adanya warga desa yang belum terjangkau oleh program jaminan kesehatan nasional. Kehadiran klinik desaberbasis koperasi membuka peluang bagi masyarakat untuk mendapatkan layanankesehatan yang lebih dekat, murah, dan mudah diakses. Ferry Juliantonomenekankan bahwa pemerintah ingin memastikan masyarakat desa memperolehjaminan pelayanan kesehatan yang layak, melalui sinergi antara Kementerian Koperasi, Kementerian Kesehatan, dan BPJS Kesehatan.Langkah kolaboratif ini diperkuat dengan penandatanganan nota kesepahamanantara Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi dan Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito. Kerja sama tersebut tidak hanya bertujuanmemperluas cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional...
- Advertisement -

Baca berita yang ini