Bunga Citra Lestari Rayakan Ulang Tahun Tanpa Ashraf Sinclair

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kabar gembira datang dari solois tanah air, Bunga Citra Lestari. Tepat hari ini, 24 Maret 2021, Unge akrab ia disapa merayakan ulang tahunnya yang ke-38 tahun.

Hal tersebut turut diunggah Unge di akun sosial medianya. Ia membagikan foto dengan kue ulang tahun, beserta kebersamaannya dengan sang putra Noah Sinclair.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Bunga Citra Lestari (@bclsinclair)

“38 years old me,” tulis Unge.

Ini merupakan kedua kalinya Unge merayakan ulang tahun tanpa sang suami, Ashraf Sinclair. Ashraf meninggal dunia pada Februari 2020 akibat serangan jantung.

Meski begitu, Unge tetap merayakan ulang tahunnya dengan penuh kebahagiaan. Terlihat sang putra Noah, dan keluarga besarnya memberi kejutan ulang tahun untuk ibu satu anak ini.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Bunga Citra Lestari (@bclsinclair)

Lewat unggahannya, pelantun ‘Pernah Muda’ ini tersenyum bahagia saat Noah memberikan kue dan surat cinta untuknya. Mereka pun saling memberikan pelukan hangat di momen spesial Unge itu.

Alhasil, postingan Unge di Instagram menarik perhatian netizen. Para rekan selebritis pun ikut memberikan ucapan di hari ulang tahun Unge.

“Selamat ulang tahun kak Unge,” tulis Jefri Nichol.

“Happy birthday ya Ungee,” tulis Indra Bekti.

“Happy birthday,” kata Christian Bautista.

Selamat ulang tahun untuk BCL!

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG dan Komitmen Pemerintah dalam Transparansi Anggaran Jaminan Gizi Berkualitas

Oleh: Dhita Karuniawati )* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah terus diperkuat dari sisitata kelola anggaran agar pelaksanaannya berjalan transparan, akuntabel, dan tepatsasaran. Pemerintah menegaskan bahwa setiap komponen pembiayaan dalamprogram ini telah diatur secara ketat dan harus mengikuti standar yang telah ditetapkan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa manfaat program benar-benar dirasakanoleh masyarakat, terutama anak-anak sebagai penerima utama program. Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalampelaksanaan MBG menegaskan bahwa anggaran untuk bahan makanan dalamprogram tersebut telah ditentukan secara jelas. Besaran anggaran tersebut beradapada kisaran Rp8.000 hingga Rp10.000 per porsi makanan, bukan Rp15.000 sepertiyang sempat beredar di masyarakat. Kebijakan ini ditetapkan agar penyedia makanandapat memenuhi kebutuhan gizi yang seimbang bagi para penerima manfaat tanpamengabaikan prinsip efisiensi anggaran negara. Wakil Kepala Badan Bidang Komunikasi dan Investigasi BGN, Nanik S. Deyang, mengatakan bahwa angka Rp13.000–Rp15.000 yang muncul di beberapa sumber tidakmurni untuk bahan makanan, melainkan sudah termasuk biaya operasional, insentifmitra pelaksana, serta kebutuhan pendukung lain. BGN menegaskan bahwa semua penerima manfaat tetap akan memperoleh makananyang bergizi dan aman dikonsumsi. Setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wajib mengawasi kualitas bahan makanan, memastikan menu sesuai standar gizi yang ditetapkan. Nanik mengatakan Program MBG tetap memperhatikan kelompok prioritas seperti ibuhamil, ibu menyusui, dan balita usia 6–59 bulan. Kualitas makanan menjadi prioritasutama agar tujuan gizi masyarakat tercapai secara optimal. Masyarakat juga diberikan ruang untuk melaporkan dugaan penyimpangan dalam menu MBG. BGN memastikan setiap laporan akan ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku, demi menjaga transparansi dan akuntabilitas program. Dengan penegasan ini, BGN berharap publik memahami bahwa anggaran untuk bahanmakanan MBG tetap sesuai aturan Rp8.000–Rp10.000, dan setiap penerima manfaattetap memperoleh makanan bergizi tanpa mengurangi kualitas. Selain pengaturan standar anggaran, pemerintah juga memperkuat aspek transparansimelalui pengembangan sistem pelaporan keuangan yang terintegrasi. Upaya inidilakukan untuk memastikan bahwa seluruh proses pengelolaan dana dalam program MBG dapat dipantau dan diaudit dengan lebih mudah. Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Kementerian Keuangan(Kemenkeu) meluncurkan E-Learning Penyusunan Laporan Keuangan pada SatuanPelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta Aplikasi Pelaporan Keuangan SPPG. Hal itusesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang perbendaharaan negaradan peraturan menteri keuangan nomor 168/ PMK.05/ 2015 sttd. PMK 173/PMK.05/2016 dan PMK...
- Advertisement -

Baca berita yang ini