Wacana Piala Dunia Setiap 2 Tahun Sekali Mulai Digarap FIFA

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kepala Pengembangan Sepak Bola Dunia FIFA, Arsene Wenger sudah menyelesaikan dan menyetor proposal wacana pelaksanaan Piala Dunia dan kompetisi antar negara Eropa setiap dua tahun sekali digelar.

Mantan pelatih Arsenal ini, ingin para pemain bisa menunjukkan kualitas terbaiknya di kancah internasional.

Namun, proposal ini masih sebatas wacana saja. Presiden FIFA Gianni Infantino belum menyatakan setuju terkait wacana dari Wenger tersebut.

Infantino menegaskan, pihaknya masih butuh mempelajari isi proposal yang diajukan Wenger. Mereka belum bisa mengambil sikap setidaknya hingga 12 bulan ke depan soal ini.

“Kami harus terbuka kepada apapun, siapapun, terhadap seluruh proposal dan ide yang ada,” kata Infantino, seperti dikutip pada Sabtu 20 Maret 2021.

Menurutnya, wacana ini menarik, apalagi muncul dari seorang mantan pelatih yang namanya harum di kancah internasional.

“Mungkin keputusan bisa diambil dalam beberapa bulan ke depan. Lebih cepat lebih baik. Tentu semua orang bisa berencana,” ujarnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Danantara, PSEL, dan Masa Depan Pengelolaan Sampah Indonesia

*) Oleh: Citra Ningrum OktaviaPemerintah tengah menghadapi salah satu tantangan paling mendesak dalampembangunan nasional, yakni darurat sampah perkotaan yang selama bertahun-tahun berjalan tanpa penyelesaian menyeluruh. Timbunan sampah yang terusmeningkat tidak lagi sekadar persoalan kebersihan lingkungan, melainkan telahmenjadi ancaman serius bagi kesehatan publik, kualitas ekosistem, hingga ketahananenergi nasional. Di tengah situasi tersebut, langkah pemerintah menggandengDanantara Indonesia untuk mempercepat pembangunan fasilitas PengolahanSampah menjadi Energi Listrik (PSEL) merupakan keputusan strategis yang menunjukkan keberanian negara keluar dari pola lama pengelolaan sampah yang stagnan. Penandatanganan nota kesepahaman pembangunan PSEL di enam lokasibersama 13 pemerintah daerah menjadi sinyal bahwa pemerintah tidak lagi bekerjadengan pendekatan parsial, tetapi mulai membangun sistem pengelolaan sampahyang terintegrasi dan berorientasi jangka panjang.Lebih jauh, penerbitan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentangpercepatan pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrikmemperlihatkan adanya keseriusan politik pemerintah dalam membenahi tata kelolasampah nasional. Menko Pangan, Zulkifli Hasan menegaskan bahwa regulasitersebut telah mendorong langkah konkret pemerintah pusat dan daerah untukbergerak lebih cepat dalam pembangunan PSEL. Target pembangunan sedikitnya 25 lokasi PSEL dalam dua hingga tiga tahun ke depan bukan hanya ambisi administratif, melainkan kebutuhan nyata untuk mengatasi kedaruratan sampah di puluhankabupaten dan kota. Selama ini, banyak proyek pengolahan sampah tersendat akibatbirokrasi panjang, lemahnya koordinasi antarlembaga, dan ketidakjelasan pembagiankewenangan. Karena itu, penyederhanaan prosedur serta pembagian peran yang jelas antara pemerintah, Danantara, dan pihak-pihak terkait menjadi fondasi pentingagar proyek strategis ini tidak kembali terjebak pada pola lamban yang merugikanmasyarakat.Selain itu, keterlibatan Danantara Indonesia memberi dimensi baru dalampembiayaan dan tata kelola proyek infrastruktur lingkungan di Indonesia. Selama ini, pengelolaan sampah kerap dipandang sebagai sektor yang minim nilai ekonomisehingga tidak menarik bagi investor besar. Padahal, di berbagai negara maju, pengolahan sampah telah berkembang menjadi industri energi hijau yang bernilaitinggi dan berkelanjutan....
- Advertisement -

Baca berita yang ini