Strategi Deng Xiaoping dalam Memajukan Ekonomi Cina

Baca Juga

MATAINDONESIA, JAKARTA – Deng Xiaoping menjadi sosok di balik kemajuan ekonomi Cina. Ia menggunakan berbagai strategi demi kemajuan ekonomi Cina. Mulai dari membuka investasi asing dan teknologi, serta memperkenalkan tenaga kerjanya yang besar ke pasar global.

Kebijakan ini dianggap sebagai penyebab berkembangnya Negeri Tirai Bambu menjadi salah satu ekonomi dengan pertumbuhan tercepat di dunia selama beberapa generasi. Selama tiga dekade sebelumnya, produksi di Cina disusun berdasarkan model perencanaan terpusat.

Pertanian terkoleksi di daerah pedesaan dan perusahaan industri milik negara (BUMN) di daerah perkotaan. Harga barang dan jasa juga ditetapkan oleh pemerintah dan bukannya ditentukan oleh penawaran dan permintaan.

Deng meluncurkan serangkaian tindakan seperti membuka ekonomi untuk perdagangan luar negeri dan investasi. Pasar tidak diberikan kebebasan gratis. Menurut Barry Naughton, ekonomi Cina hanya diizinkan untuk tumbuh sesuai rencana.

Pada 1980, Cina menggagas pembentukan Zona Ekonomi Khusus di Provinsi Guangdong yang terdiri dari Shenzhen, Zhuhai, Shantou, serta di Fujian. Konsep kota ini memberikan perlakuan khusus sektor industri seperti keringanan pajak dan berbagai infrastruktur seperti jalan raya, listrik, dan pelabuhan.

Deng juga giat mengirimkan anak-anak muda Cina belajar ke luar negeri untuk mempelajari segala bidang. Dia berharap generasi muda inilah yang akan membangun Cina di masa mendatang. Selain itu, para petani dibebaskan memilih komoditas pertanian dan menyesuaikan kondisi alam.

Deng memiliki program utama yaitu Zona Ekonomi Khusus atau SEZ (Special Economic Zones) dengan menekankan tanggung jawab individu dalam pengambilan keputusan ekonomi dan pembentukan kader teknisi serta manajer yang terampil dan berpendidikan tinggi untuk menjadi ujung tombak pembangunan Cina.

Deng juga membebaskan banyak perusahaan industri dari kontrol dan pengawasan pemerintah pusat. Ia memberi manajer pabrik wewenang untuk menentukan tingkat produksi dan mengejar keuntungan untuk perusahaan.

Dalam urusan luar negeri, Deng memperkuat hubungan perdagangan dan budaya Cina dengan Barat. Dari kebijakan ini, perlahan investor dan distributor mulai masuk. Pemerintah pun meraih profit dari pajak dan biaya administrasi.

Tahun 1981-1983, pertumbuhan ekonomi Cina mencapai 9,6 persen per tahun. Kemudian, tahun 1981-1984 di Shenzhen, pertumbuhan ekonominya sebesar 75 persen per tahun. Hal ini memunculkan istilah Kecepatan Shenzhen atau Efisiensi Shenzhen.

Reporter : Ade Amalia Choerunisa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini