Liga Europa: MU Terbang ke Turin Tanpa Tiga Pilar

Baca Juga

MATA INDONESIA, MANCHESTER – Manchester United dipastikan tak bisa diperkuat tiga pemain kuncinya saat menghadapi Real Sociedad pada leg pertama 32 besar Liga Europa. Ketiga pemain tersebut tak ikut terbang ke Turin.

MU akan menghadapi Sociedad di Allianz Stadium, Jumat 19 Februari 2021 dini hari WIB. Sejatinya, laga ini digelar di Stadion Anoeta, tapi dipindah ke Turin, Italia, karena peraturan Covid-19 di Spanyol.

Di pertandingan nanti, MU tak bisa diperkuat Paul Pogba, Edinson Cavani, dan Donny van de Beek. Pogba masih dalam proses pemulihan, sementara Cavani dan Van de Beek mengalami cedera otot kaki.

“Proses pemulihan Paul berjalan baik. Dia mulai menjalani perawatan, tapi masih butuh beberapa pekan lagi untuk pulih. Dia tidak akan main lagi sepanjang Februari, itu sudah pasti. Butuh beberapa pekan lagi sebelum kita melihat Paul main lagi,” kata pelatih MU, Ole Gunnar Solskjaer, di laman resmi klub, Kamis 18 Februari 2021.

“Terlepas dari itu, ada beberapa pemain juga yang diragukan tampil, seperti Anthony Martial dan Scott McTominay. Donny dan Edinson cedera otot kaki, jadi mereka tak ikut ke Turin,” ujarnya.

Daftar pemain MU yang terbang ke Turin

De Gea, Henderson, Grant; Bailly, Lindelof, Maguire, Shaw, Telles, Tuanzebe, Wan-Bissaka, Williams; Amad, Fernandes, Fred, James, Mata, Matic, McTominay, Shoretire; Greenwood, Martial, Rashford.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Transparansi MBG: Bukti Pemerintahan Prabowo Kelola Program Rakyat dengan Hatidan Integritas

Oleh: Alexander Royce*) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subiantosejak awal dirancang bukan sekadar sebagai kebijakan sosial, melainkan sebagai investasi jangkapanjang bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia. Program ini menargetkan pemenuhan gizijutaan anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita di berbagai wilayah Tanah Air. Dalamperjalanannya, MBG tidak hanya menghadirkan manfaat kesehatan dan sosial, tetapi juga menunjukkan bagaimana pemerintah berupaya membangun tata kelola program publik yang transparan dan akuntabel. Sejak diluncurkan secara bertahap pada 2025, MBG berkembang pesat dengan dukunganjaringan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai daerah. Pada awal2026 saja, lebih dari 19 ribu SPPG telah beroperasi untuk melayani puluhan juta penerimamanfaat di seluruh Indonesia. Program ini bahkan telah menjangkau sekitar 55 juta hingga lebihdari 58 juta penerima manfaat, menjadikannya salah satu program intervensi gizi terbesar yang pernah dijalankan pemerintah Indonesia. Besarnya skala program tentu menuntut tata kelola yang baik agar kepercayaan publik tetapterjaga. Di sinilah pemerintah menunjukkan komitmennya terhadap transparansi. Alih-alihmenutup informasi, pengelola MBG justru mendorong keterbukaan dalam berbagai aspek, mulaidari pengadaan bahan makanan, komposisi menu, hingga penggunaan anggaran. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menekankan bahwa transparansimenjadi fondasi penting dalam penyelenggaraan program MBG. Ia mendorong seluruh dapurSPPG untuk mempublikasikan menu harian melalui media sosial atau saluran komunikasi publiklainnya. Langkah ini bertujuan agar masyarakat dapat melihat langsung jenis makanan yang disajikan kepada para penerima manfaat, sekaligus memastikan bahwa standar gizi yang ditetapkan pemerintah benar-benar diterapkan di lapangan. Menurutnya, keterbukaan informasiini merupakan bagian dari upaya membangun kepercayaan publik serta memastikan program berjalan secara akuntabel. Pendekatan transparansi tersebut juga memperlihatkan bahwa pemerintah tidak alergi terhadappengawasan publik. Dengan membuka informasi menu dan aktivitas dapur MBG secara rutin, masyarakat dapat ikut mengawasi kualitas program....
- Advertisement -

Baca berita yang ini