Jelang Satu Tahun Kematian Ashraf Sinclair, BCL: Mendingan Suami Gue Selingkuh

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Penyanyi Bunga Citra Lestari belakangan ini mengungkapkan ceritanya saat ditinggal sang suami tercinta, Ashraf Sinclair. Ashraf meninggal dunia karena serangan jantung pada 18 Februari 2020.

Lewat channel YouTube-nya, It’s Me BCL, ia bersama presenter, Daniel Mananta bercerita tentang kisahnya berjuang bertahan hidup setelah kematian Ashraf. Unge, akrab ia disapa juga mengatakan bahwa dirinya lebih baik ditinggal Ashraf selingkuh, ketimbang harus melihatnya meninggal dunia.

“Kalau ditanya, mendingan suami lo selingkuh atau meninggal? Ya mendingan suami gue selingkuh, diambil sama orang lain,” kata Unge di kanal YouTube-nya.

Unge pun menjelaskan alasannya mengapa ia memilih keputusan itu. Ia mengatakan jika Ashraf selingkuh dan menikah dengan wanita yang membuatnya senang, maka ia pun turut bahagia.

“Saat elo nikah sama seseorang dan elo sangat mencintainya dan dia bahagia sama orang lain, gue juga akan bahagia. Itu kalau gue,” ucap Unge.

Selain itu, Unge juga mengatakan bahwa dirinya masih bisa melihat sosok Ashraf meski bukan bersama dirinya.

“Dia masih ada, saat dia sudah nggak ada, nggak ada lagi nih orangnya,” katanya.

Ashraf Sinclair meninggal dunia pada 18 Desember 2020. Pada saat itu, Ashraf sedang tertidur di kamarnya usai menjemput Unge setelah menjadi juri di salah satu ajang pencarian bakat.

Kematian Ashraf pun mengejutkan masyarakat dan industri hiburan tanah air. Pasalnya, Ashraf terkenal sebagai sosok yang atletis dan gemar berolahraga.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Menutup Kesenjangan Layanan Kesehatan melalui Koperasi Desa

Oleh: Yandi Arya Adinegara )*Kesenjangan layanan kesehatan antara wilayah perkotaan dan pedesaan masihmenjadi pekerjaan rumah besar dalam pembangunan nasional. Di satu sisi, kota-kota besar menikmati akses rumah sakit modern, tenaga medis memadai, sertadistribusi obat yang relatif lancar. Di sisi lain, banyak desa masih menghadapiketerbatasan fasilitas kesehatan, minimnya ketersediaan obat, hingga rendahnyaketerjangkauan layanan bagi masyarakat.Dalam konteks inilah, langkah pemerintah menghadirkan Koperasi Desa/Kelurahan(Kopdes) Merah Putih sebagai simpul layanan kesehatan sekaligus pusat ekonomidesa patut diapresiasi sebagai terobosan strategis dan relevan dengan kebutuhanzaman.Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menegaskan bahwa Kopdes Merah Putih tidakhanya dirancang sebagai penggerak ekonomi lokal, tetapi juga menjadi ujungtombak pelayanan kesehatan masyarakat desa. Setiap koperasi akan dilengkapidengan gerai obat dan klinik kesehatan, sebuah inovasi yang secara langsungmenyasar persoalan klasik: keterbatasan akses layanan kesehatan di wilayah pedesaan. Pernyataan ini bukan sekadar wacana, melainkan bagian dari desainkebijakan yang terintegrasi lintas sektor.Selama ini, salah satu persoalan mendasar adalah masih adanya warga desa yang belum terjangkau oleh program jaminan kesehatan nasional. Kehadiran klinik desaberbasis koperasi membuka peluang bagi masyarakat untuk mendapatkan layanankesehatan yang lebih dekat, murah, dan mudah diakses. Ferry Juliantonomenekankan bahwa pemerintah ingin memastikan masyarakat desa memperolehjaminan pelayanan kesehatan yang layak, melalui sinergi antara Kementerian Koperasi, Kementerian Kesehatan, dan BPJS Kesehatan.Langkah kolaboratif ini diperkuat dengan penandatanganan nota kesepahamanantara Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi dan Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito. Kerja sama tersebut tidak hanya bertujuanmemperluas cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional...
- Advertisement -

Baca berita yang ini