Real Madrid Mulai Pepet Atletico di Puncak Klasemen

Baca Juga

MATA INDONESIA, MADRID – Real Madrid mulai mendekati Atletico Madrid di puncak klasemen LaLiga. Zinedine Zidane menyebut, anak asuhnya mengalami kemajuan signifikan.

Madrid meraih tiga poin setelah menaklukkan Valencia 2-0, Senin 15 Februari 2021 dini hari WIB di Stadion Alfredo Di Stefano. Dua gol El Real dicetak Karim Benzema dan Toni Kroos.

Kemenangan ini menipiskan jarak Madrid dengan Atletico menjadi lima poin saja. Tapi, Los Blancos sudah memainkan 23 pertandingan, sementara Atletico baru 21 pertandingan.

Meski demikian, Zidane senang dengan kemajuan signifikan anak asuhnya. Mereka akan terus berusaha memepet Atletico hingga titik darah penghabisan.

“Kami akan terus berusaha tampil seperti ini. Kami takkan melihat tim lain. Kami dalam laju yang bagus dan ingin terus meraih kemenangan karena ini sangat penting. Saya senang dengan penampilan para pemain,” kata Zidane, di laman resmi klub, Senin 15 Februari 2021.

“Hari ini kami bermain baik, secara pertahanan kami bisa membaca permainan lawan. Semua pemain bertahan dengan baik tanpa bola dan ketika waktunya menciptakan peluang dengan bola, kami membuat lawan kesulitan terutama di babak pertama. Kami harus terus seperti ini,” ujarnya.

“Jelas tim mengalami kemajuan signifikan, karena kami percaya dengan apa yang kami lakukan. Sepanjang berjalannya musim, terkadang Anda mendapat masalah dan Anda harus bisa melaluinya. Kami sedang melakukan itu dan kami harus terus melaju karena perjalanan masih panjang,” ungkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Employment from the Village: Koperasi Merah Putih dan Ekonomi Kerakyatan

Oleh : Pratama Dika SaputraGagasan membangun ekonomi nasional dari desa kembali menemukan momentumnya melalui program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah. Dalam konteks ketimpanganpembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah, pendekatan berbasis desa menjadi strategi yang tidak hanya relevan, tetapi juga mendesak. Desa bukan lagi dipandang sebagai objek pembangunan semata, melainkan sebagai subjek utama yang memiliki potensi besar dalammenciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendorong kemandirian nasional. Program Koperasi Merah Putih menjadi representasi nyata dari upaya tersebut, denganorientasi pada penciptaan employment from the village yang berbasis ekonomi kerakyatan.Target ambisius pemerintah untuk membangun lebih dari 25 ribu koperasi dalam waktu singkatmencerminkan keseriusan dalam mengakselerasi pembangunan ekonomi berbasis komunitas. Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa koperasi harus menjadi institusi ekonomi yang nyata, bukan sekadar formalitas administratif. Oleh karena itu, koperasi dirancang memiliki fasilitaslengkap seperti gudang, alat pendingin, hingga kendaraan distribusi agar mampu beroperasisecara efektif dan efisien. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokuspada kuantitas, tetapi juga kualitas kelembagaan yang mampu menjawab kebutuhan riilmasyarakat desa.Kehadiran koperasi sebagai agregator ekonomi desa memiliki implikasi besar terhadappenciptaan lapangan kerja. Dengan memotong rantai distribusi yang panjang, koperasi dapatmeningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka peluang kerja baru di sektorlogistik, pengolahan, hingga pemasaran. Model ini memungkinkan masyarakat desa untuk tidaklagi bergantung pada pusat-pusat ekonomi di kota, melainkan menciptakan ekosistem ekonomiyang mandiri di wilayahnya sendiri. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menekanurbanisasi serta mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah.Lebih jauh, Koperasi Merah Putih juga dirancang sebagai solusi terhadap persoalan klasik yang dihadapi petani dan nelayan, yakni keterbatasan akses pasar dan pembiayaan. Dengan adanyalayanan simpan pinjam, distribusi pupuk, hingga fasilitas penyimpanan seperti cold storage, koperasi dapat menjadi tulang punggung bagi sektor produktif di desa. Hal ini sejalan denganupaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, yang sangatbergantung pada optimalisasi potensi daerah.Namun demikian, skala besar program ini juga menghadirkan tantangan yang tidak kecil. Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi sangatditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini