Tiga Demonstran di Myanmar Tertembak, Satu Mengenai Rahim

Baca Juga

MATA INDONESIA, MAWLAMYINE – Para pendukung Aung San Suu Kyi terlibat bentrok dengan polisi Myanmar saat melakukan aksi demonstrasi. Demonstran yang dari berbagai lapisan masyarakat itu menentang seruan junta militer untuk menghentikan pertemuan massal.

Sejak pemimpin de facto Myanmar digulingkan dalam kudeta pada awal Februari, beragam aksi demonstrasi terus terjadi, khususnya di dua kota besar di Myanmar, Naypyidaw dan Yangon. Aksi memprotes junta militer bahkan terjadi di Jepang.

Seorang pejabat Palang Merah Myanmar mengatakan, setidaknya tiga orang terluka ketika aparat kepolisian menembakkan peluru karet untuk membubarkan kerumunan demonstran di kota tenggara Mawlamyine.

Rekaman yang disiarkan oleh Radio Free Asia menunjukkan aparat kepolisian menyerang para demonstran, menangkap salah satu dari mereka dan memukul kepalanya. Demonstran lain kemudian melemparkan batu ke arah polisi, sebelum tembakan dilepaskan.

“Tiga orang tertembak – satu perempuan di dalam rahim, satu pria di pipinya, dan satu pria di lengannya. Kerumunan masih terus bertambah,” kata pejabat Palang Merah Myanmar, Kyaw Myint, yang menyaksikan bentrokan itu, melansir Reuters, Jumat, 12 Februari 2021.

Di kota besar Yangon, ratusan dokter mengenakan jas putih dan scrub berbaris melewati pagoda emas Shwedagon –situs Budha yang paling suci di Myanmar, sementara di bagian lain kota, penggemar sepakbola yang mengenakan kostum Timnas berbaris dengan plakat menghina militer.

Demonstrasi lain terjadi di ibu kota Naypyitaw, kota pesisir Dawei, dan di Myitkyina. Sementara di ibu kota negara bagian Kachin utara, para pemuda memainkan musik rap dan menggelar tarian.

Kudeta telah memicu demonstrasi terbesar sejak Revolusi Saffron 2007 yang akhirnya menjadi langkah menuju perubahan demokrasi yang sekarang dihentikan. Demonstrasi yang terjadi Jumat (12/2) menandai hari ketujuh secara berturut-turut, termasuk satu protes pada Kamis (11/2) di luar kedutaan besar Cina, di mana para pendukung NLD menuduh Beijing mendukung junta militer.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini