22 Juta Saksi TKN Siap Kawal Pemilu 2019

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Puluhan juta saksi disiapkan Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Amin untuk menghadapi Pemilu pada bulan April 2019. Tercatat ada 22 juta saksi yang akan mengawal jalannya pesta demokrasi Pilpres dan Pileg tahun ini.

Wakil Direktur Saksi TKN Lukman Edy menyebut, 22 juta orang tersebut terdiri dari 10 partai pendukung Jokowi dan tim khusus TKN. “Karena Pak Jokowi ada 10 partai pendukung, maka menjadi 22 juta,” kata Edy di Jakarta, Rabu 27 Februari 2019.

Nantinya, mereka akan tersebar di semua TPS yang berjumlah sekitar 805 ribu, ditambah saksi desa, kecamatan, kabupaten, provinsi. “Jadi sekitar 2 juta per partai. Kami TKN juga menyiapkan saksi khusus 2 juta orang,” kata dia.

Sebelum turun ke lapangan, lanjut dia, para saksi tersebut akan dibekali materi apa saja yang akan dilaporkan dalam memberikan kesaksian pada Pemilu 2019. Salah satunya materi menginput data pada sistem TKN.

“Dengan sistem tersebut, TKN akan tahu lebih dulu rekapitulasi yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum,” ucap Lukman.

Sedangkan mengenai dana saksi, Lukman tidak memberikan rincian khusus. Pihaknya mengaku masih menunggu ketetapan KPU terkait dana kampanye agar tidak menyalahi aturan.

Disisi lain, Lukman tidak menampik dana saksi akan menelan biaya triliunan rupiah. “Kalau ditotal semua, Partai-partai bisa triliuan rupiah. Tapi kan sistem pembiayaanya berjenjang,” ujar Lukman. (Yurintas Aisyara)

Berita Terbaru

Pelayanan Haji 2026 Mendapat Banyak Apresiasi

*) Oleh : Deva BarunaPelaksanaan ibadah haji tahun 2026 mendapat banyak apresiasi dari para jemaahIndonesia maupun berbagai pihak yang terlibat dalam penyelenggaraannya. Berbagaipembenahan layanan yang dilakukan sejak awal keberangkatan hingga kepulangandinilai memberikan kenyamanan yang lebih baik. Tidak sedikit jemaah yang mengakumerasa lebih tenang karena sistem pelayanan yang semakin tertata dan responsif. Mulai dari proses pemberangkatan di embarkasi, pendampingan selama di Tanah Suci, hingga layanan kesehatan dan konsumsi, semuanya berjalan dengan lebih baikdibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Situasi ini menjadi gambaran bahwa upayapeningkatan kualitas pelayanan haji terus menunjukkan hasil positif.Salah satu aspek yang paling banyak mendapat perhatian adalah peningkatanpelayanan transportasi dan akomodasi. Jemaah merasakan kemudahan saatperpindahan dari satu lokasi ibadah ke lokasi lainnya karena koordinasi petugas dinilailebih sigap dan terorganisasi. Bus antarjemput yang tersedia lebih teratur sehinggamampu mengurangi kepadatan dan antrean panjang, terutama saat puncakpelaksanaan ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Selain itu, fasilitas penginapanjuga dianggap semakin nyaman dengan kebersihan yang lebih terjaga serta jarak hotel yang relatif dekat dengan pusat kegiatan ibadah. Kondisi ini membuat jemaah, khususnya lanjut usia, merasa lebih terbantu dalam menjalankan rangkaian ibadah haji...
- Advertisement -

Baca berita yang ini