Soetrisno Bachir: PD dan PAN Gabung Jokowi, Ekonomi Indonesia Makin Kuat

Baca Juga

MINEWS.ID, SOLO – Mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Soetrisno Bachir, menilai ekonomi Indonesia akan semakin kuat jika PAN dan Partai Demokrat bergabung dengan pemerintahan Jokowi.

“Jika dukungan terlaksana, Saya meyakini pertumbuhan ekonomi akan semakin cepat. Apalagi dalam lima tahun ke depan Pak Jokowi diperkirakan tidak akan terlalu banyak mengambil kebijakan berbau politis,” kata Soetrisno dalam tasyakuran kemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin, Sabtu 25 Mei 2019 malam.

Kalau kabinet kuat menurut Soetrisno perekonomian akan tumbuh semakin cepat. Asalkan dengan niat tidak bagi-bagi kue kekuasaan tapi untuk membangun percepatan ekonomi.

Menurut Soetrisno, PAN sangat mungkin bergabung, sebab hal itu pernah dilakukan di pertengahan masa pemerintahan Jokowi.

Soetrisno mengaku dia lah yang mengantarkan PAN bergabung dengan kabinet Jokowi waktu itu. Maka sekarang dia hanya melihat perkembangan yang berlangsung.

Dalam beberapa waktu terakhir Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan memang sering terlihat bertemu dengan Jokowi. Begitu pula Komandan Kogasma PD Agus Harimurti Yudhoyono yang lebih sering lagi.

Soetrisno Bachir yang kini menjabat Ketua Komite Ekonomi Industri Nasional (KEIN) pada pemerintahan Jokowi.

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini