Berburu Uang Jarahan Mantan Pemimpin Nigeria

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Gajah mati meninggalkan gading, mantan penguasa Nigeria Sani Abacha mati meninggalkan harta triliunan rupiah. Tak heran, pada September 1999, pengacara asal Swiss bernama Enrico Monfrini dipekerjakan oleh Pemerintah Nigeria untuk berburu uang jarahan tersebut.

Setelah meninggal tiba-tiba pada Juni 1998, Abacha yang selama kepemimpinannya menuai banyak kontroversi, telah mencuri uang dalam jumlah besar dan menimbunnya di sejumlah wilayah. Dalam praktiknya, dia menggunakan berbagai metode penipuan yang tergolong blak-blakan dan bersifat manipulatif.

Salah satu aksinya, Abacha menyuruh seorang penasihat meminta uang ke bank sentral untuk masalah keamanan yang tidak jelas. Setelah uang senilai 14 triliun rupiah cair, sang penasihat membawa uang tersebut kepada Abacha, di mana sebagian besar uang diantarkan ke rumahnya dan sebagian lainnya dibawa ke tempat berbeda sebanyak satu truk penuh.

Beragam metode lainnya dilancarkan Abacha, seperti memberi proyek negara kepada teman-temannya dengan nilai uang yang sudah ditambahkan (dari aslinya) dan mengantongi selisihnya. Selain itu, ada pula metode meminta beberapa perusahaan asing membayar upeti untuk beroperasi di Nigeria.

Situasi itu berlangsung selama sekitar tiga tahun sampai semuanya berubah ketika Abacha mendadak meninggal. Karena tidak diautopsi, penyebab kematian mantan pemimpin Nigeria itu menjadi tidak jelas, entah akibat serangan jantung atau diracuni.

Berdasarkan investigasi awal yang dirilis kepolisian Nigeria pada November 1998 menemukan bahwa lebih dari USD 1,5 miliar atau sekitar 21,2 triliun rupiah dicuri Abacha dan kroni-kroninya.

Olusegun Obasanjo, presiden Nigeria yang menggantikan Abacha saat itu, merekrut Monfrini untuk menemukan uang jarahan tersebut dan mengaturnya agar dikembalikan ke Nigeria.

Pada langkah awal, kepolisian Nigeria menyerahkan rincian beberapa rekening bank Swiss yang sudah ditutup, di mana rekening-rekening tersebut ternyata menyimpan uang yang dicuri Abacha dan komplotannya.

Seperti diketahui, di setiap rekening dapat menemukan dari mana uang berasal dan atau ke mana uang mengalir. Penampakan uang masuk dan keluar dari rekening-rekening tersebut memberikan informasi tambahan mengenai uang yang diterima dari suatu negara dan dikirim ke negara lain.

Monfrini menyebutkan, sejumlah rincian dari beberapa bank menjadi petunjuk di mana uang jarahan Abacha disimpan. Selain itu, dokumen-dokumen yang memperlihatkan riwayat beberapa rekening juga memberikannya petunjuk ke rekening-rekening lain.

Berbekal informasi tersebut, Monfrini menghadap jaksa agung Swiss. Setelah berargumen, jaksa agung akhirnya merilis surat permintaan kepada semua bank di Swiss untuk membuka informasi mengenai keberadaan semua rekening yang dibuat atas nama Abacha serta nama-nama aliasnya.

Dalam kurun waktu 48 jam, sebanyak 95 persen dari semua bank dan berbagai institusi keuangan mengumumkan keberadaan rekening-rekening yang diduga milik keluarga Abacha. Hal ini yang kemudian mengawali perburuan harta bagi Monfrini selama beberapa dekade.

Selama prosesnya, dia merasa menemukan keberadaan uang curian Abacha ternyata cukup cepat jika dibandingkan dengan mengembalikannya ke Nigeria. Keluarga Abacha yang terus melawan dan menggugat semua yang Monfrini lakukan membuat jalannya proses tertunda. Penundaan itu pun bertambah lama setelah politisi Swiss berargumen bahwa uang yang telah ditemukan hanya akan dicuri lagi jika dikembalikan ke Nigeria.

Setelah lima tahun sejak memulai pencarian, sebagian uang akhirnya didatangkan dari Swiss. Monfrini mengungkapkan, uang sebanyak USD 508 juta atau sekitar 7,2 triliun rupiah yang ditemukan di sejumlah rekening bank Swiss milik keluarga Abacha dikirim ke Nigeria antara tahun 2005 dan 2007.

Pada 2018, jumlah uang yang dikembalikan Swiss ke Nigeria mencapai lebih dari USD 1 miliar atau sekitar 14,2 triliun rupiah.

Sementara itu, negara lain lebih lambat dalam mengembalikan uang. Misalnya, Liechtenstein, yang baru mengirimkan uang ke Nigeria pada Juni 2014 dengan nominal USD 277 juta atau sekitar 3,9 triliun rupiah.

Enam tahun kemudian, tepatnya pada Mei 2020, sebanyak USD 308 juta atau sekitar 4,3 triliun rupiah dari rekening-rekening di Pulau Jersey juga dikembalikan ke Nigeria. Itu terjadi setelah Pemerintah Nigeria sepakat uang tersebut akan dipakai mendanai pembangunan Jembatan Niger Kedua, jalan tol Lagos-Ibadan, dan jalan Abuja-Kano.

Hingga berita ini ditulis, beberapa negara lainnya belum mengembalikan uang jarahan Abacha. Monfrini mengaku masih menantikan USD 30 juta (Rp 423 miliar) dikembalikan dari Inggris, USD 144 juta (Rp 2,03 triliun) di Prancis, dan USD 18 juta (Rp 254 miliar) di Pulau Jersey.

Secara keseluruhan, upaya Monfrini dalam mengembalikan uang ke Nigeria telah mencapai USD 2,4 miliar atau sekitar 33,9 triliun rupiah. Wow.

Reporter: Safira Ginanisa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Presiden Prabowo Perkuat Agenda Pemerintahan Bersih dan Berintegritas Tanpa Korupsi

Oleh: Mila Fitri RahmawatiKomitmen membangun pemerintahan yang bersih, berintegritas, dan bebas dari praktik korupsimenjadi salah satu fondasi utama dalam arah kebijakan nasional di bawah kepemimpinanPresiden Prabowo Subianto. Di tengah berbagai tantangan pembangunan yang membutuhkandukungan pembiayaan besar serta tata kelola yang akuntabel, upaya pemberantasan korupsi tidakhanya menjadi agenda penegakan hukum semata, tetapi juga merupakan prasyarat penting untukmemastikan setiap rupiah uang negara benar-benar digunakan bagi kepentingan rakyat.Pernyataan Presiden Prabowo dalam rapat konsolidasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sentul International Convention Center menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memperkuatsistem pengawasan dan penegakan hukum. Presiden secara terbuka meminta Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK), serta Jaksa Agung untuk menyampaikan seluruh kebutuhan kelembagaan yang diperlukan guna memperkuat kapasitas pengawasan dan pemberantasan korupsi. Langkahtersebut memperlihatkan bahwa pemerintah tidak sekadar menyampaikan komitmen normatif, melainkan juga menyiapkan dukungan nyata berupa penguatan sumber daya manusia, anggaran, maupun instrumen kelembagaan.Korupsi selama ini menjadi salah satu hambatan terbesar dalam pembangunan nasional. Kebocoran anggaran menyebabkan berkurangnya efektivitas program pemerintah, menghambatinvestasi, menurunkan kualitas pelayanan publik, serta memperlemah kepercayaan masyarakatterhadap institusi negara. Oleh karena itu, ketika Presiden Prabowo menegaskan bahwa dirinyatidak ingin uang rakyat dicuri dan tidak ingin negara dilecehkan oleh praktik-praktik koruptif, pesan tersebut memiliki makna strategis yang jauh melampaui penindakan hukum semata. Pesantersebut mencerminkan tekad untuk membangun budaya pemerintahan yang menjunjung tinggiakuntabilitas dan tanggung jawab publik.Penguatan lembaga pengawasan dan penegakan hukum menjadi langkah yang sangat relevandalam konteks pembangunan nasional saat ini. Berbagai program prioritas pemerintah, mulaidari peningkatan kualitas sumber daya manusia, pembangunan infrastruktur, penguatanketahanan pangan, hingga Program Makan Bergizi Gratis, membutuhkan tata kelola yang kuatagar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat. Tanpa pengawasan yang efektif, potensi penyimpangan akan selalu menjadi ancaman yang dapat mengurangi dampakpositif dari berbagai kebijakan tersebut.Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh, Ketua KPK Setyo Budiyanto, dan Jaksa Agung ST Burhanuddin berada pada posisi strategis dalam memastikan agenda pemberantasan korupsiberjalan secara efektif. Dukungan penuh dari Presiden kepada ketiga lembaga tersebutmenunjukkan adanya kesamaan visi antara pemimpin politik dan aparat penegak hukum untukmenciptakan pemerintahan yang transparan. Sinergi ini penting karena keberhasilanpemberantasan korupsi tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan memerlukan koordinasiyang kuat antara pengawasan internal, pencegahan,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini