Mantul, PUBG Bakal Punya Aksesoris Khas Indonesia

Baca Juga

MINEWS.ID, JAKARTA – Para maniak PlayerUnknown’s Battlegrounds (PUBG) dari Indonesia bakal menemukan aksesoris khas Indonesia pada game tersebut. Itu merupakan apresiasi PUBG Mobile karena Indonesia menjadi negara dengan pengguna bulanan kedua terbesar game tersebut.

“Kami telah melewati jumlah pengguna bulanan 100 juta pengguna. Indonesia nomor dua terbesar di dunia,” kata Marketing Director of SEA PUBG Mobile Oliver Ye di Jakarta, Jum’at 24 Mei 2019 malam.

Maka, Oliver mengatakan Indonesia menjadi pasar PUBG yang penting. Maka perusahaan game itu akan akan menampilkan asesoris khas Indonesia seperti topeng Ondel-Ondel, dan baju khas adat Betawi (Pangsi) hingga kaos Barong, maupun kemeja Batik yang bisa digunakan untuk bertempur di PUBG.

Bahkan PUBG juga membuat event-event seperti ‘Glory of Ramadan’ atau ‘Semangat 45.’

Oliver juga mengatakan Indonesia resmi jadi tuan rumah babak final ajang eSport PUBG Mobile Club Open (PMCO) 2019. Babak final akan diselenggarakan pada 22 Juni 2019 di Indonesia Convention Exhibition (ICE).

Penyelenggara menyebut ada 20 ribu peserta dan kurang lebih 5 ribu tim di Indonesia sudah mendaftar sejak Maret 2019. Namun hanya lima tim yang akan mewakili Indonesia di tingkat Asia Tenggara yang diselenggarakan di Shanghai.

Dari tingkat Asia Tenggara akan tersisa 16 tim yang akan mewakili 10 wilayah besar untuk bertarung di babak Global Final. Wilayah tersebut mencakup, Amerika Utara, Amerika Selatan, Eropa, Asia Tengah, India, China, Jepang, Korea, Asia Tenggara dan Asian Wild.

Seluruh tim akan berkompetisi untuk meraih gelar juara terbaik PUBG Mobile Club Open 2019.

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini