Ketum PB IDI: Efek Samping Vaksin Cuma Pegal-Pegal Tenaga Kesehatan Tidak Perlu Cemas

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTAKetua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Daeng M Faqih telah menerima suntik vaksin dosis kedua di Istana Merdeka pada Rabu 27 Januari 2021.

Ia mengaku tidak khawatir untuk disuntik vaksin Covid-19 karena dinilai aman dan tak menimbulkan efek samping yang berlebihan.

“Saya sudah mewakili ikatan dokter, lalu ada kawan-kawan bidan, perawat, apoteker dan sebagainya. Sehingga teman-teman tenaga kesehatan tidak perlu khawatir untuk disuntik vaksin Covid-19,” kata Daeng.

Ia juga mengatakan bahwa efek samping yang dirasakan hanya sebatas pegal di tempat suntikan. Rasa pegal akan hilang setelah lima jam. “Alhamdulilah efek samping yang saya rasakan itu minimal sekali,” kata Daeng.

Tenaga kesehatan merupakan sosok sentral dalam penanganan penyebaran pandemi Covid-19 maka vaksin menjadi solusi penting untuk melindungi para tenaga kesehatan dari penularan virus Corona.

“Kita perlu setiap hari berhadapan dengan pasien risikonya tinggi. Sehingga kita perlu cepat-cepat divaksin,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini