Rektor: Amien Rais Bukan UGM Lagi

Baca Juga

MINEWS.ID, YOGYAKARTA – Universitas Gajah Mada (UGM) menegaskan pernyataan Amien Rais tidak bisa dikaitkan dengan lembaga pendidikan tinggi tersebut karena yang bersangkutan sudah pensiun.

“Profesor Amien Rais itu sudah purna, sudah pensiun dari Universitas Gadjah Mada, sehingga secara institusi (UGM) sudah tidak ada ikatan secara struktural lagi,” kata Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Panut Mulyono, Jum’at 24 Mei 2019.

Amien Rais memang pernah mengajar di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) UGM hingga bisa mencapai gelar profesor. Tetapi itu dia lakukan sebelum terjun ke dunia politik.

Ketua Dewan Guru Besar UGM, Koentjoro, menegaskan di perguruan tingginya guru besar memiliki tiga komisi yaitu komisi tentang pendidikan, nilai-nilai ke-UGM-an dan wawasan kebangsaan.

Seperti diketahui sejak 1998 Amien Rais terlihat aktif di dunia politik. Pada 2019 ini dia menentukan pilihannya berada di kubu Prabowo-Sandiaga Uno.

Namun, pernyataannya selalu menimbulkan kecemasan publik, terutama ketika dia mengajak masyarakat mengikuti gerakan massa atau people power untuk memenangkan Prabowo – Sandiaga.

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini