Berawal dari Teka-teki Silang Jadilah Permainan Scrabble

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Apakah kamu gemar bermain Scrabble? Mungkin sudah banyak yang tahu, Scrabble merupakan sebuah permainan papan populer tentang menyusun kepingan huruf. Di atas papan permainan berkotak-kotak, kamu harus membentuk kata untuk mengumpulkan poin. Semakin panjang kata yang dibentuk akan semakin banyak poin yang terkumpul.

Scrabble merupakan salah satu permainan papan paling dikenal selain Monopoly. Sejak ditemukan lebih dari setengah abad silam, permainan asah otak ini sudah banyak dimainkan di berbagai belahan dunia. Lantas, bagaimana awal mula terciptanya permainan ini?

Scrabble lahir dari tangan seorang arsitek berkebangsaan Amerika, Alfred Mosher Butts. Setelah dirinya diberhentikan dari pekerjaan lamanya oleh firma Holden, McLaughlin & Associates akibat peristiwa Great Depression di tahun 1931, Butts mendapat ide membuat permainan ini.

Alfred Mosher Butts
Alfred Mosher Butts

Dia menyadari bahwa ada tiga jenis permainan papan keluarga yang menguasai pasar, antara lain permainan angka seperti dadu, permainan strategi seperti catur atau permainan kata, serta permainan yang menggabungkan ketiganya menjadi satu permainan utuh.

Berangkat dari sana, Butts tertarik untuk menyempurnakan permainan menyusun huruf yang pernah diciptakannya. Sebelum dikenal seperti sekarang, Scrabble merupakan versi pengembangan dari permainan papan buatan Butts bernama Lexiko. Selama prosesnya, Butts menganalisis huruf-huruf alfabet yang paling sering muncul di surat kabar, seperti dari The New York Times, The New York Herald Tribune, dan The Saturday Evening Post.

Selain komponen huruf, Scrabble tidak lepas dari papan kotak-kotak tempat menaruh kepingan huruf untuk membentuk kata. Butts membuat papan kotak-kotak yang terdiri dari 15 kolom dan 15 baris. Menariknya, papan ini terinspirasi dari permainan teka-teki silang (TTS) yang biasa muncul di surat kabar. Saat itu, nama permainan ini bukanlah Scrabble, melainkan ‘Criss-Crosswords’ yang disesuaikan dengan bentuk papan tersebut.

Butts memproduksi sendiri permainan ini dan menawarkannya ke berbagai perusahaan mainan besar. Sayangnya, meskipun memiliki konsep permainan yang luar biasa, tidak ada perusahaan mainan yang mau membelinya. Sampai akhirnya satu dekade kemudian, tepatnya pada tahun 1948, seorang pengacara asal Connecticut, James Brunot, membeli hak produksi permainan ‘Criss-Crosswords’ dengan janji memberi Butts royalti dari setiap unit yang terjual.

Sebagai pemilik yang baru, Brunot mengganti nama permainan ciptaan Butts itu menjadi ‘Scrabble’, sebuah kata dalam bahasa Inggris yang berarti berjuang membanting tulang. Brunot juga mengubah sedikit kotak-kotak ‘bonus’ pada papan permainan dan menyederhanakan aturan permainan sebelum memproduksinya secara luas.

Di tangan Brunot, permainan Scrabble laku terjual. Salah satu pembelinya adalah toko serba ada Macy’s yang berhasil mengangkat Scrabble menjadi mainan dengan permintaan tinggi.

Pada tahun 1949, Brunot berhasil menjual 2.400 unit, dan dua tahun setelahnya, sebanyak 4.853 unit telah terjual.

Pada tahun 1953, Brunot menjual hak produksi permainan Scrabble kepada Selchow and Righter karena kapasitas produksi tidak mampu lagi memenuhi permintaan. Selchow and Righter merupakan salah satu dari pabrik mainan besar yang sebelumnya pernah menolak untuk membeli permainan Scrabble saat masih dimiliki Butts.

Pada tahun 1955, Scrabble terjual sebanyak 3,79 juta buah. Di tahun yang sama, Britania Raya dan Australia mulai memasarkan Scrabble lewat perusahaan mainan J. W. Spear & Sons. Saat ini, perusahaan J. W. Spear & Sons merupakan anak perusahaan dari Mattel. Pada tahun 1986, Selchow and Righter menjual hak produksi permainan ini kepada Coleco yang kemudian menjualnya lagi kepada Hasbro.

Hasbro memasarkan Scrabble di wilayah Amerika Serikat, sedangkan Mattel untuk wilayah internasional. Hingga kini, Scrabble telah dimainkan berjuta-juta orang di seluruh dunia, bahkan dipertandingkan dalam kompetisi dan muncul di berbagai acara televisi.

Reporter: Safira Ginanisa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pemerintah Akselerasi Rumah Subsidi Lewat Program Bedah Rumah Nasional

Oleh: Randy Sagala )*Pemerintah terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitashidup masyarakat melalui percepatan program perbaikan rumah tidaklayak huni, yang kini diposisikan sebagai bagian integral dari implementasiprogram rumah subsidi nasional. Langkah ini tidak hanya berfokus padapembangunan hunian baru, tetapi juga memastikan masyarakatberpenghasilan rendah dapat tinggal di rumah yang layak, aman, dansehat melalui skema peningkatan kualitas hunian yang sudah ada.Di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto, kebijakan sektor perumahanmengalami transformasi signifikan. Program bedah rumah tidak lagi berdirisendiri, melainkan menjadi bagian dari ekosistem besar perumahansubsidi yang terintegrasi. Pendekatan ini memungkinkan pemerintahmenjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya mereka yang belumtersentuh program kepemilikan rumah baru, namun sangat membutuhkanperbaikan kondisi tempat tinggalnya.Lonjakan target perbaikan ratusan ribu unit rumah pada 2026 menjadibukti konkret bahwa pemerintah mengakselerasi program ini sebagaistrategi nasional. Sinergi antara program rumah subsidi dan bedah rumahdiharapkan mampu menciptakan dampak ganda, yakni memperluas akseshunian layak sekaligus mempercepat pengentasan kemiskinan strukturaldi berbagai daerah.Dengan menjadikan perbaikan rumah sebagai bagian dari skema rumahsubsidi, pemerintah tidak hanya menghadirkan solusi jangka pendek, tetapi juga membangun fondasi kesejahteraan yang berkelanjutan. Kebijakan ini mencerminkan arah pembangunan yang inklusif, di mana setiap lapisan masyarakat memiliki kesempatan yang sama untukmenikmati standar hunian yang layak sebagai kebutuhan dasar.Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, menilaiprogram ini sebagai langkah strategis pemerintah. Ia menjelaskan bahwaseluruh kabupaten dan kota akan mendapatkan alokasi program, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara merata.Pemerintah juga menegaskan bahwa pendekatan yang digunakan bersifatinklusif. Program ini dirancang agar tidak ada wilayah yang tertinggaldalam upaya peningkatan kualitas hunian masyarakat.Pemerintah mulai mengoptimalkan aset negara sebagai fondasipembangunan perumahan. Lahan-lahan potensial diidentifikasi untukmendukung pembangunan hunian, termasuk hunian vertikal di kawasanperkotaan.Kebijakan pemanfaatan lahan tidak hanya difokuskan di ibu kota. Pemerintah juga memperluas pembangunan ke kota-kota lain sepertiBandung guna menjawab kebutuhan hunian di daerah urban yang terusberkembang.Wakil Menteri PKP, Fahri Hamzah, mengungkapkan bahwa pemerintahtelah menyiapkan tiga skema utama. Skema tersebut dirancang untukmenjawab berbagai tantangan dalam sektor perumahan nasional.Skema renovasi rumah tidak layak huni menjadi fokus utama pemerintah. Anggaran besar dialokasikan setiap tahun untuk memperbaiki jutaanrumah agar memenuhi standar kelayakan.Pemerintah menyalurkan bantuan langsung untuk pembelian bahanbangunan. Kebijakan ini memastikan bahwa bantuan yang diberikandapat digunakan secara optimal oleh masyarakat penerima.Program renovasi rumah menunjukkan perhatian pemerintah terhadapkualitas hunian. Rumah yang sebelumnya tidak layak diharapkan dapatberubah menjadi tempat tinggal yang sehat dan aman.Skema pengembangan kawasan menjadi langkah berikutnya yang diambilpemerintah. Program ini difokuskan pada penyediaan infrastruktur dasarseperti air bersih dan pengolahan limbah.Pemerintah mengalokasikan anggaran khusus untuk setiap kawasan. Pembangunan dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhanmasyarakat serta kondisi lingkungan setempat.Pemerintah juga menyesuaikan desain rumah dengan karakter wilayah. Di kawasan pesisir, misalnya, rumah dirancang berbentuk panggung agar sesuai dengan kondisi geografis.Skema hunian vertikal menjadi solusi bagi kawasan perkotaan. Pemerintah berupaya mengatasi keterbatasan lahan sekaligusmengurangi kawasan kumuh melalui pembangunan ini.Pemerintah memastikan hunian vertikal dilengkapi sistem sanitasimodern. Fasilitas seperti pengolahan air menjadi bagian penting untukmenciptakan lingkungan yang sehat.Implementasi program terlihat nyata di berbagai daerah. Pemerintahdaerah mulai merasakan dampak peningkatan alokasi program perumahan dari pemerintah pusat.Pemerintah daerah seperti di NTT menunjukkan peningkatan signifikandalam jumlah rumah yang diperbaiki. Gubernur Melki Laka Lena menyampaikan adanya lonjakan besar dibanding tahun sebelumnya.Peningkatan jumlah rumah yang dibedah menjadi bukti konkretkeberpihakan pemerintah. Program ini memberikan harapan baru bagimasyarakat berpenghasilan rendah.Pemerintah juga mengintegrasikan program perumahan dengan skemapembiayaan. Akses kepemilikan rumah diperluas melalui dukungan kreditdengan bunga terjangkau.Kelompok masyarakat seperti ASN, nelayan, petani, dan pelaku UMKM menjadi sasaran program. Kebijakan ini dirancang untuk menjangkaumasyarakat yang selama ini kesulitan memiliki hunian layak.Program perumahan turut berkontribusi dalam pengentasan kemiskinan. Hunian yang layak dinilai mampu meningkatkan kualitas hidup sekaligusproduktivitas masyarakat.Pemerintah menempatkan sektor perumahan sebagai fondasipembangunan sosial. Perbaikan hunian dianggap memiliki dampak luasterhadap kesejahteraan masyarakat.Pendekatan komprehensif menjadi kekuatan utama kebijakan ini. Pemerintah tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga padakeberlanjutan dan pemerataan.Program perbaikan rumah tidak layak huni menjadi simbol kehadirannegara. Kebijakan ini menunjukkan bahwa pemerintah hadir untukmemenuhi kebutuhan dasar rakyat.Keberhasilan program sangat bergantung pada konsistensi pelaksanaan. Pemerintah terus memperkuat koordinasi agar setiap target dapat tercapaisecara optimal.Upaya pemerintah dalam memperbaiki rumah tidak layak huni diyakiniakan memberikan dampak besar. Program ini menjadi langkah nyatadalam menciptakan kehidupan yang lebih layak bagi seluruh masyarakatIndonesia.Pemerintah terus memastikan bahwa setiap tahapan program berjalansesuai dengan target yang telah ditetapkan. Evaluasi berkala dilakukanuntuk mengukur efektivitas pelaksanaan di lapangan sekaligusmengidentifikasi kendala yang muncul. Langkah ini penting agar program perbaikan rumah tidak layak huni dapat berjalan tepat sasaran danmemberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.Pemerintah juga mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam proses pembangunan. Keterlibatan warga diharapkan mampu mempercepatpelaksanaan sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap hasilpembangunan. Dengan dukungan semua pihak,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini