Iran Sebut Trump Teroris yang Jatuh Memalukan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Presiden Iran Hassan Rouhani kembali menlancarkan serangan kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Rouhani menyebut, Trump adalah sosok teroris yang jatuh dengan cara memalukan, usai tak terpilih lagi sebagai Presiden AS dan gagal mengalahkan Iran.

“Selama tiga tahun terakhir, teroris ini ingin menggulingkan rezim Islam Iran, tapi pada akhirnya dialah yang jatuh dengan cara yang memalukan,” kata Rouhani, seperti dikutip dari kantor berita IRNA, Kamis 14 Januari 2021.

Peristiwa kegaduhan yang terjadi di Capitol Hill pada 6 Januari lalu, menurut Rouhani adalah kegagalan Trump menyeimbangkan negaranya.

Menurut Rouhani, AS akan sulit dan butuh waktu lama untuk kembali tentram, seperti masa sebelum Trump menjadi Presiden.

Wajar Rouhani terus-menerus mengkritik Trump. Iran punya dendam besar terhadap Negeri Paman Sam yang belum tuntas.

Pertama, pada 2015 lalu, Trump secara sepihak menarik diri dari kesepakatan nuklir, begitu juga tahun 2018. Kemudian, AS juga menjatuhkan sanksi ekonomi yang begitu banyak kepada Iran.

Lalu, pada Januari 2020 lalu, Trump diketahui memberi perintah pasukan AS untuk membunuh Komandan Pasukan Quds Iran Mayjen Qassem Soleimani di Bandara Internasional Baghdad, Irak.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini