Rod Stewart, Pemain Bola yang Jadi Raja Musik Rock Inggris

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Siapa sangka, Roderick David Rod Stewart, penyanyi bersuara seksi ”serak-serak basah”, pernah menjadi loper koran, pernah bercita-cita menjadi pemain sepak bola, juga pernah menjadi pengamen yang tidur di bawah jembatan Sungai Seine di Paris?

“Hanya dua hal yang dapat saya lakukan, yaitu bermain sepak bola dan menyanyi,” ujar Rod Stewart, penyanyi dan penulis lagu rock berdarah Skotlandia-Inggris, yang lahir dan besar di London.

Oleh karena klub sepak bola yang ingin dimasukinya tidak memanggilnya lagi, Rod Stewart memutuskan untuk berkarier sebagai penyanyi.

Stewart memang pernah bercita-cita menjadi pemain sepak bola profesional. Pada musim panas 1960, dia mencoba di klub Divisi III Inggris, Brentford FC.

Dalam otobiografinya, Rod: The Autobiography, yang diterbitkan pada 2012, Stewart mengungkapkan bahwa dia sebenarnya tak pernah menandatangani kontrak dengan klub tersebut, dan klub itu tak pernah memanggil dia kembali setelah masa uji coba.

Keluarga besar Stewart memang menyukai dunia sepak bola. Ayahnya bergabung dengan tim amatir lokal dan mengelola beberapa tim sepak bola. Pada masa mudanya, Stewart senang bisa berfoto bareng dengan pemain top Skotlandia, antara lain, George Young dan Gordon Smith.

Stewart adalah pemain sepak bola yang berbakat. Dia adalah kapten tim sepak bola di sekolahnya, dan bermain untuk tim sekolah Middlesex. Namun, jalan hidupnya bukan dalam sepak bola.

Setelah gagal bergabung dengan klub Brentford FC, Stewart akhirnya menyimpulkan bahwa kehidupan musisi jauh lebih mudah. ”Saya dapat minum, sekaligus menciptakan musik. Bila saya bermain bola, saya tidak dapat melakukan itu,” ujar Rod Stewart, pendukung utama klub Arsenal FC.

Pria kelahiran 10 Januari 1945 ini lahir di London utara. Ia sebagai anak bungsu dari lima bersaudara dari pasangan Robert Stewart dan Elsie Gilbart yang menikah pada tahun 1928. Ayahnya adalah orang Skotlandia, sedangkan ibunya adalah orang Inggris yang tumbuh di London. Keempat kakak Stewart lahir di Skotlandia. Hanya Stewart yang lahir di London, saat Perang Dunia II.

Pada masa remaja, Rod Stewart pernah bekerja di toko keluarga dan menjadi loper koran, hingga tahun 1961, Stewart melakukan audisi pertama bersama produser rekaman terkenal, Joe Meek. Namun, Meek menghentikan sesi itu.

Stewart lalu mendengarkan artis-artis folk Inggris dan Amerika Serikat, seperti Ewan ManColl, Alex Campbell, Woody Guthrie, Ramblin’ Jack Elliott, Derroll Adams, dan album debut Bob Dylan.

Tahun 1962, Stewart mulai berkeliaran dengan penyanyi folk Wizz Jones, dengan mengamen di Leicester Square, London, dan di beberapa lokasi lain. Dia bermain harmonika.

Selama 18 bulan, Jones dan Stewart melakukan perjalanan ke Brighton dan Paris, tidur di bawah jembatan Sungai Seine, kemudian ke Barcelona. Karena menggelandang, Stewart dideportasi dari Spanyol.

Stewart pun kembali ke London. Ia bergabung dengan grup band blues, Jimmy Powell & the Five Dimensions, sebagai penyanyi dan pemain harmonika.

Pada Oktober 1963, untuk kali pertama, dia menjadi musisi profesional meski saat itu masih tinggal di rumah dan bekerja di toko lukisan milik kakaknya.

Selama 1964-1969, Stewart bergabung dengan sejumlah grup band. Februari 1967, Gitaris Jeff Beck merekrut Stewart bergabung dengan Jeff Beck Group sebagai vokalis dan penulis lagu. Ini menjadi titik awal kariernya.

Grup Jeff Beck melakukan tur keliling Eropa barat pada musim semi 1968 dan setelah itu ke Amerika Serikat. Album pertama mereka dirilis pada Agustus 1968. Pada bulan Oktober, album bertajuk ”Truth” berada di posisi 15 tangga lagu AS, tetapi sayangnya gagal di Inggris.

Album kedua Jeff Beck Group bertajuk ”Beck-Ola” dirilis pada Juni 1969 di Amerika Serikat dan pada September 1969 di Inggris. Album ini berada di posisi ke-15 di Amerika Serikat dan ke-39 di Inggris.

Beck kemudian membentuk super grup baru bersama Carmine Appice dan Tim Bogert. Dia mengajak Rod Stewart. Namun, Stewart mempunyai rencana lain.

Stewart memutuskan memulai kariernya sebagai penyanyi solo. Album solo pertamanya ”An Old Raincoat Won’t Ever Let You Down” dirilis pada 1969. Di Amerika, album ini dikenal dengan nama ”The Rod Stewart Album”.

Sejak itu, Rod Stewart dikenal sebagai penyanyi solo yang memiliki suara campuran rock, folk, dan country blues.

Mei 1969, Stewart bergabung dengan grup band The Small Faces. Album pertama grup ini, ”First Step” (1970), bergaya rock and roll mirip Rolling Stones, disusul album kedua ”Long Player” dan album ketiga ”Ohh La La”. Grup ini hanya bertahan sampai tahun 1975.

Sementara itu, Stewart merilis album solonya Every Picture Tells a Story. Lagunya yang berjudul ”Reason to Believe” dan ”Maggie May” melejit.

Pada 1975, Stewart pindah ke Los Angeles, untuk menghindari pajak tinggi di Inggris. Dia merilis album ”Atlantic Crossing” dan masuk 10 besar tangga lagu Billboard.

Singel pertamanya, ”Sailing”, mencapai posisi pertama tangga lagu Inggris, tetapi di Amerika Serikat hanya masuk 60 besar.

Akhir 1976, lagu Stewart kembali merajai Billboard Hot 100 di Amerika Serikat dengan lagu ”Tonight’s The Night” dari album A Night on the Town yang bertengger di tangga lagu Amerika Serikat selama delapan pekan.

Album ini merupakan album pertama Stewart yang terjual lebih dari tiga juta kopi. Lagu ”The First Cut is The Deepest” berada di puncak tangga lagu Inggris pada 1977.

Stewart melanjutkan tren. Album Foot Loose & Fancy Free (1977) juga berjaya. Lagu ”You’re in My Heart” menembus empat besar tangga lagu Amerika Serikat.

Tahun 1993, Stewart bersama Rod Wood merilis album Unplugged… And Seated. Singel ”Have I Told You Lately” menembus 10 besar tangga lagu Inggris.

Singel ”Da Ya Think I’m Sexy?” bernuansa disko dan ”Blondes Have More Fun or do they?” berada di puncak album Billboard. Album ini terjual lebih dari empat juta kopi.

Stewart menambah sentuhan new wave dan pop dalam album Tonight I’m Yours (1981).

Tahun 1993, Stewart bersama Rod Wood merilis album Unplugged… And Seated. Singel ”Have I Told You Lately” menembus 10 besar tangga lagu Inggris.

Sepanjang kariernya, sampai tahun 2002, Stewart sukses menjual album lebih dari 100 juta kopi.

Stewart kemudian berkonsentrasi pada serial album Great American Songbook. Dia menyanyikan lagu-lagu populer tahun 1930-an dan 1940-an dalam empat album.

Akhir 2006, Stewart kembali ke musik rock, dengan merilis album Still the Same, Great Rock Classics of Our Time, yang memuat lagu-lagu rock yang populer selama empat dekade terakhir. Hal itu termasuk, di antaranya, ”Have You Ever Seen The Rain” (Creedence Clearwater Revival). Dalam pekan pertama, album itu terjual 184.000 kopi.

Pada Mei 2000, Rod Stewart didiagnosis menderita kanker tiroid, yang mengancam suara seksinya yang terkenal. Setelah sembuh, Stewart kembali menyanyi.

Sepanjang hidupnya, Rod Stewart menikah tiga kali dan memiliki delapan anak. Istri terakhirnya, model Penny Lancaster, menikah dengannya pada 2007.

Sampai 2014, Rod Stewart tetap ”mengamen”, berkeliling dari kota ke kota, dan dari negara ke negara. Bulan Mei 2014, dia tampil di Caesars Palace, Nevada, Las Vegas, Amerika Serikat. Stewart juga tampil lagi di Las Vegas pada September hingga November 2014.

Pada 23 Mei-7 Juni 2014, Rod Stewart tampil bersama Carlos Santana di Times Union Center, New York, Amerika Serikat, dan di enam kota lainnya di Amerika Serikat. Stewart melanjutkan konser bersama Santana pada Juli-Agustus, di delapan kota di Amerika dan di empat kota di Kanada. Di sela-sela itu, Rod Stewart juga tampil di Inggris dan Jerman.

Stewart adalah salah satu artis yang mencapai penjualan musik terbaik di dunia the best-selling music artists of all time, dengan penjualan lebih dari 100 juta di seluruh dunia.

Di Inggris, Stewart mencatat sejarah musik. Enam albumnya berturut-turut berada di puncak. Sebanyak 62 singel, termasuk 31 masuk 10 besar tangga lagu, enam di antaranya mencapai posisi puncak.

Sebanyak 16 lagu Rod Stewart masuk 10 besar tangga lagu di Amerika Serikat, empat di antaranya di posisi pertama Billboard Hot 100.

Pada 11 Oktober 2005, nama Rod Stewart terpatri di Hollywood Walk of Fame.

Atas pengabdiannya pada musik, Rod Stewart menerima Commander of the Most Excellent Order of the British Empire (CBE) dari Ratu Inggris, di Istana Buckingham, pada Juli 2007.

”Inggris satu-satunya negara yang memberi penghormatan kepada orang biasa,” komentarnya tentang penghargaan kerajaan Inggris tersebut.

Kekayaan Rod Stewart perkiraanya 115 juta poundsterling. Tak heran, namanya masuk sebagai salah satu dari 20 orang terkaya dalam industri musik Inggris.

Rod Stewart ternyata juga penggemar kereta api. Rumahnya di Los Angeles (Amerika Serikat) dan di Inggris bernuansa kereta api. Stewart juga penggemar otomotif. Dia memiliki mobil-mobil mewah Ferrari Enzos dan Porsche.

Reporter: Indah Utami

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Mendukung Instensifikasi Respons Dini Menekan Dampak PHK terhadap Masyarakat

*) Oleh : Prinsa AlisaDinamika perekonomian global yang masih diwarnai ketidakpastian memberikantantangan tersendiri bagi dunia usaha dan sektor ketenagakerjaan di Indonesia. Dalam situasi tersebut, pemerintah terus menunjukkan komitmennya untuk melindungimasyarakat melalui berbagai langkah strategis guna mengantisipasi dan meminimalkan dampak pemutusan hubungan kerja (PHK). Upaya intensifikasirespons dini yang dilakukan pemerintah patut mendapatkan dukungan dari seluruhelemen masyarakat karena menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas ekonominasional sekaligus melindungi kesejahteraan para pekerja dan keluarganya.Langkah respons dini yang diperkuat pemerintah menunjukkan adanya kesadaranbahwa potensi PHK harus diantisipasi sebelum berkembang menjadi permasalahansosial dan ekonomi yang lebih besar. Melalui pemantauan kondisi industri secaraberkelanjutan, penguatan koordinasi lintas kementerian dan lembaga, sertakomunikasi yang lebih intensif dengan pelaku usaha, pemerintah berupayamendeteksi berbagai potensi risiko sejak awal. Pendekatan ini menjadi penting karenapenanganan yang cepat dan tepat dapat mengurangi dampak yang dirasakan oleh pekerja maupun sektor usaha.Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Dirjen PHI dan Jamsos) Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (KemnakerRI), Indah Anggoro Putri menjelaskan pemerintah terus mendorong berbagaikebijakan yang bertujuan menjaga keberlangsungan dunia usaha agar tetap mampumempertahankan tenaga kerjanya. Berbagai insentif, kemudahan berusaha, hinggaupaya menjaga iklim investasi terus dilakukan untuk menciptakan ruang tumbuh bagisektor industri. Langkah tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya fokuspada penanganan dampak setelah PHK terjadi, tetapi juga berupaya mencegahterjadinya PHK melalui penguatan daya tahan ekonomi dan dunia usaha.Selain itu, pengembangan program peningkatan keterampilan dan pelatihan kerjamenjadi salah satu bentuk nyata respons pemerintah dalam menghadapi perubahankebutuhan pasar tenaga kerja. Transformasi ekonomi dan perkembangan teknologimenuntut tenaga kerja memiliki kompetensi yang semakin adaptif. Melalui berbagaiprogram pelatihan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pemerintahberupaya memastikan bahwa pekerja Indonesia tetap memiliki daya saing dan peluang kerja yang luas di tengah perubahan ekonomi yang berlangsung cepat.Dukungan terhadap respons dini pemerintah juga penting karena dampak PHK tidakhanya dirasakan oleh individu yang kehilangan pekerjaan, tetapi juga memengaruhikondisi ekonomi keluarga dan masyarakat sekitar. Ketika lapangan kerja dapatdipertahankan dan risiko PHK dapat ditekan, daya beli masyarakat akan tetap terjaga. Stabilitas konsumsi rumah tangga pada akhirnya akan mendukung pertumbuhanekonomi nasional yang lebih kuat dan berkelanjutan. Oleh karena itu, keberhasilanlangkah pemerintah dalam melakukan mitigasi risiko ketenagakerjaan akanmemberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.Pakar demografi dan ketenagakerjaan terkemuka dari Universitas Gadjah Mada(UGM), Tadjuddin Noer Effendi menjelaskan di tingkat daerah, penguatan respons dinidapat membantu pemerintah daerah dan pelaku usaha mengambil langkah antisipatifyang lebih efektif. Informasi yang diperoleh lebih cepat memungkinkan berbagai pihakmenyiapkan solusi sebelum terjadi gejolak ketenagakerjaan yang lebih besar. Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam memastikan setiap kebijakan dapat berjalansecara optimal dan tepat sasaran.Dukungan terhadap langkah pemerintah juga perlu diwujudkan melalui partisipasi aktifberbagai pemangku kepentingan....
- Advertisement -

Baca berita yang ini