Messi: Barcelona Tak Punya Duit Boyong Neymar

Baca Juga

MATA INDONESIA, BARCELONA – Neymar mengaku ingin bermain satu tim lagi dengan Lionel Messi meski tak menyebutkan di tim mana. Menurut Messi, mustahil Barcelona mendatangkan Neymar karena harganya mahal.

Neymar meninggalkan Barcelona ke PSG di 2017. Usai membawa PSG lolos ke babak 16 besar Liga Champions, pemain asal Brasil itu mengaku harus main bareng Messi lagi musim depan.

Neymar tak menyebutkan ingin main di klub mana. Bisa saja di Barcelon atau di PSG. Messi menanggapi komentar mantan pemain Santos itu. Dia menyebut, saat ini Barcelona tak punya uang untuk mendatangkan Neymar.

“Akan sangat sulit mendatangkan pemain berkualitas karena tidak ada uang. Kami harus mendatangkan banyak pemain berkualitas jika ingin bersaing memenangkan semua gelar, tapi Anda harus membayar mereka,” ujar Messi, dikutip dari Marca, Selasa 29 Desember 2020.

“Bagaimana cara kami membayar ke PSG? Mendatangkan Neymar akan sangat mahal. Saya tak tahu apakah Neymar mengatakan kami akan bermain bersama lagi tahun depan. Saya tahunya dia menyebut dengan kata ‘ingin’. Anda harus bertanya ke dia mengapa dia berkomentar seperti itu,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Sinergitas Lintas Sektoral Pastikan Keamanan Arus Mudik

Oleh: Dwi Saputri)* Mudik Lebaran selalu menjadi momentum besar yang melibatkan pergerakan jutaanmasyarakat di seluruh Indonesia. Setiap tahun, tantangan yang muncul tidak hanya berkaitan dengan kepadatan arus transportasi, tetapi juga menyangkut kesiapanin frastruktur, keamanan perjalanan, hingga kelancaran distribusi logistik. Menghadapi dinamika tersebut, pemerintah bersama berbagai pemangku kepentingan terusmemperkuat sinergi lintas sektor guna memastikan perjalanan mudik berlangsung aman, tertib, dan nyaman. Upaya kolektif ini menunjukkan bahwa penyelenggaraanmudik Lebaran bukan sekadar agenda tahunan, melainkan kerja bersama yang menuntut koordinasi, kesiapan, dan komitmen dari seluruh elemen pemerintahan demi memberikan rasa aman bagi masyarakat yang pulang ke kampung halaman. Berdasarkan hasil survei yang telah dilaksanakan oleh Kementerian Perhubungan mengenai pergerakan masyarakat pada angkutan Lebaran tahun 2026, tercatat sebanyak 50,6 persen penduduk Indonesia atau setara dengan 143,91 juta orang diperkirakan akan melakukan perjalanan mudik. Adapun pergerakan pemudik terbesarberasal dari Jawa Barat dengan sekitar 30,97 juta orang. Sementara itu, tujuan pemudikpaling banyak tercatat menuju wilayah Jawa Tengah dengan jumlah sekitar 38,71 jutaorang. Data tersebut menggambarkan besarnya mobilitas masyarakat yang harusdikelola secara cermat agar arus perjalanan tetap terkendali. Besarnya jumlah pemudik ini tentu menuntut kesiapan sistem transportasi yang lebihmatang dibandingkan hari-hari biasa. Arus kendaraan yang...
- Advertisement -

Baca berita yang ini