POP! Hotels Dapat Sertifikasi Bersih dan Aman dari Kemenparekraf

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – 19 hotel yang tergabung dalam POP! Hotels berhasil mendapatkan sertifikasi Clean, Health, Safety and Environment (CHSE) dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Program ini merupakan program yang dibentuk oleh Kemenparekraf bagi para pelaku usaha pariwisata seperti perhotelan, jasa transportasi, dan rumah makan untuk menghadapi masa adaptasi kebiasaan baru di sektor pariwisata.

Hotel-hotel yang juga merupakan bagian dari TAUZIA Hotels ini dianggap sudah memenuhi standar protokol kesehatan, kebersihan, keselamatan dan kelestarian lingkungan.

“Hal ini juga merupakan bentuk dari komitmen POP! Hotels untuk menciptakan lingkungan yang aman dan higienis untuk para tamu dan karyawannya, serta untuk menyediakan pengalaman menginap yang bebas dari rasa khawatir,” ujar manajemen Tauzia Hotels, Selasa 8 November 2020.

Menurut manajemen, sertifikasi ini didapatkan setelah ada audit menyeluruh dari tim auditor independen. Mereka meninjau dan memeriksa secara langsung seluruh protokol kebersihan dan kehigienisan yang diterapkan oleh hotel di seluruh kamar, area publik, serta ruang kerja karyawan.

“Aspek-aspek yang diperiksa termasuk ketersediaan dan penerapan SOP untuk kebersihan, kesehatan, dan keselamatan karyawan, tamu, supplier, vendor, kontraktor, serta pihak lain yang beraktivitas di hotel,” katanya.

TAUZIA Hotels yang merupakan bagian dari The Ascott Limited juga telah menerapkan program ‘Ascott Cares’ dari bulan Juli 2020. Program ini terdiri dari sembilan komitmen untuk mempertahankan standar kebersihan dan kehigienisan tingkat tinggi untuk memberikan para tamu dan karyawan kepercayaan penuh dan ketenangan pikiran yang lebih besar.

POP! Hotels merupakan budget hotel bergaya modern dengan konsep gaya hidup dinamis yang ditujukan untuk generasi wisatawan yang akan datang. Untuk informasi lebih lanjut mengenai POP! Hotels, silakan kunjungi atau Instagram @pophotels.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini