Tol Cipali Kembali Minta ‘Tumbal’, 10 Orang Meninggal Dunia Akibat Kecelakaan Beruntun

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Tol Cipali kembali merenggut korban jiwa. Kali ini 10 orang meninggal dunia akibat kecelakaan beruntun yang melibatkan satu elf dan dua truk. Peristiwa itu terjadi di KM 75 Kabupaten Purwakarta, pada Senin dini hari, 30 November 2020.

Kecelakaan itu bermula saat Mitsubishi Elf dengan nopol G 1261 D datang dari arah Jakarta menuju arah Cirebon. Mobil tersebut menabrak bagian belakang truk Hino Tronton bernopol R 1857 GC.

Sopir truk yang diduga tak bisa mengendalikan kendaraan kemudian menabrak truk lain di depannya dengan jenis yang sama bernopol B9010 UEJ.

Semula, pihak kepolisian menyebut korban meninggal sebanyak delapan orang, tiga orang luka berat dan satu orang mengalami luka ringan.

Namun, dua dari tiga orang yang luka berat akhirnya meninggal dunia saat menjalani perawatan intensif.

“Total korban meninggal dunia, jadi 10 orang,” kata Direktur Lalu Lintas Polda Jabar, Kombes Pol Eddy Djunaedi.

Ia mengaku masih belum mengetahui penyebab kecelakaan. Semua hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dengan metode Traffic Accident Analisis (TAA) masih didalami.

Selain itu, identitas korban masih dalam tahap identifikasi. “Kita juga belum mengetahui apakah mobil elf tersebut kendaraan travel atau bukan,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Trauma Healing Jadi Pilar Penting Pemulihan Pascabencana Sumatra

Oleh: Bara Winatha*) Bencana alam yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatra dan Aceh menjadi momentum penguatan kepedulian nasional terhadap perlindungan dan pemulihan anak-anak. Dalam setiap situasi darurat, anak-anak mendapatkan perhatian khusus sebagai generasi penerusbangsa yang harus terus tumbuh dengan semangat, rasa aman, dan optimisme. Upaya pemulihan kesehatan mental melalui program trauma healing hadir sebagai langkah strategisuntuk membantu anak-anak kembali beraktivitas, belajar, dan bersosialisasi secara positif. Pendekatan ini memastikan mereka tetap berkembang secara psikologis dengan dukunganyang tepat dan berkelanjutan. Komitmen tersebut semakin nyata melalui sinergi kuat antaralembaga negara, pemerintah daerah, dan organisasi kemanusiaan yang secara aktifmenghadirkan layanan psikososial berkualitas di wilayah terdampak bencana di Sumatra, sebagai wujud kehadiran negara dalam menjaga masa depan anak-anak Indonesia. Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak...
- Advertisement -

Baca berita yang ini