Waspada! Virus Bisa Serang WhatsApp Lewat Panggilan Suara

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Baru-baru ini publik digegerkan dengan adanya laporan kasus virus yang berhasil menyerang pengguna WhatsApp melalui missed call.

Jadi, melalui missed call seseorang bisa saja menyisipkan mata-mata atau spyware untuk mencuri data dari handphone pengguna WhatsApp. Duh, ngeri ya!

Karena itu, pihak WhatsApp pun cepat tanggap menangani kasus ini. Pada Senin, 13 Mei 2019, WhatsApp pun merilis patch untuk menutup celah keamanan virus lewat panggilan suara itu.

Para pengguna WhatsApp pun diminta untuk segera memperbarui aplikasi WA mereka ke versi yang paling baru demi mencegah terjadinya serangan.

Menurut pihak WhatsApp sendiri, program mata-mata ini memang kerap menyerang dan yang menyerang celah keamanan di WhatsApp kali ini diduga berasal dari NSO Group, perusahaan asal Israel.

NSO Group diketahui kerap membuat spyware untuk klien dari kalangan pemerintahan. Pihak NSO Group pun telah menjelaskan bahwa teknologi mata-mata buatan itu digunakan sebagai alat untuk melawan kejahatan dan terorisme, bukan untuk menyerang pihak individu atau organisasi.

Nah, agar aman, ada baiknya kamu segera mengupdate aplikasi WhatsApp-mu ke versi terbaru gaes!

Berita Terbaru

Anggaran Pendidikan Naik, Bukan Turun: Meluruskan Isu MBG dan APBN 2026

Oleh : Dr. Ahmad Budidarma, S.Kom, MM Penelaah Teknis Kebijakan Direktorat Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemdikdasmen Belakangan ini, ruang publik diramaikan oleh narasi bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah “menggerus” anggaran pendidikan. Isu tersebut menyebar luas di media sosialdan sebagian ruang diskusi publik, memunculkan kekhawatiran bahwa komitmen negara terhadap sektor pendidikan tengah mengalami penurunan. Kekhawatiran ini tentu dapatdipahami. Pendidikan adalah fondasi masa depan bangsa; setiap perubahan alokasi anggaranselalu sensitif dan mudah memicu respons emosional. Namun, bila kita merujuk pada dokumen resmi pemerintah dalam Rancangan APBN 2026 serta penjelasan yang disampaikan oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia, fakta yang muncul justru sebaliknya: anggaran pendidikan tahun 2026 mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pemerintah tetap menjaga amanat konstitusi untuk mengalokasikan sekurang-kurangnya 20 persen dari total belanja negara untuk fungsi pendidikan. Artinya, secara normatif dan fiskal, komitmen tersebut tetap terpelihara. Kenaikan ini juga tercermin pada pagu anggaran Kementerian Pendidikan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini