Wajib Tahu! Ini Cara Paling Ampuh Detoks Diri dari Gadget saat Pandemi

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Setiap saat kita tak pernah lepas dari gadget dan sosial media. Benda tersebut selalu ada di tas kita bahkan setiap hari kita pegang.

Saking menjadi kebutuhan yang tak bisa terlepaskan, banyak orang lebih memilih ketinggalan dompet ketimbang gadget-nya.

Sayangnya, keseringan menggunakan gadget sebenarnya tidak bagus untuk kesehatan. Apalagi di masa pandemi saat ini.

Kita terdorong menggunakan gawai lebih sering untuk mendapatkan informasi terkait perkembangan Covid-19. Namun, hal tersebut lama kelamaan menimbulkan keresahan dan ketakutan tersendiri untuk kita.

Maka, ada baiknya kita melakukan detoks gadget demi kesehatan, baik fisik ataupun mental. Hal tersebut bisa mengurangi kekhawatiran yang tidak perlu di masa pandemi seperti ini.

Berikut adalah cara mudah untuk mendetoks diri dari gadget selama masa pandemi.

1. Membatasi Penggunaan Gadget

Saat memutuskan detoks gadget, ada baiknya kamu mengurangi penggunaan gawai seminim mungkin. Hal ini bisa membantumu mengurangi memeriksa pemberitaan yang tidak perlu kamu ketahui.

Memang sulit rasanya jika harus melepaskan gadget dengan total. Gak masalah kok, kamu bisa melakukannya perlahan-lahan, agar dirimu bisa terbiasa.

2. Membatasi Konsumsi Media

Hal selanjutnya yang perlu kamu lakukan untuk detoks diri dari gadget ialah membatasi konsumsi media. Tak jarang kita penasaran dan ingin tahu apa yang sedang terjadi terkait dengan virus corona. Tapi, di sisi lain kita jadi merasa was-was dan khawatir akibat membaca berita itu.

Maka ada baiknya untuk membatasi berita atau informasi yang kita konsumsi setiap harinya. Pastikan pula untuk mencari berita dari sumber yang terpercaya dan sudah terjamin.
3. Me-non Aktifkan Sosial Media
Jika ingin lebih maksimal, ada baiknya kamu me-non aktifkan sosial media agar tak ada notifikasi berita yang tak perlu kamu ketahui. Dengan begitu, kesehatan mentalmu lebih terjaga dari perasaan ketakutan yang berlebih.
4. Buat Jadwal Tanpa Gadget
Biar lebih mudah dan tertata, cobalah membuat jadwal untuk beraktivitas tanpa gadget. Jika pekerjaan mengharuskan Anda untuk menggunakan gadget, maka usahakan saat jam istirahat Anda terbebas dari gadget. Terapkan jadwal ini secara bertahap.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pemerintah Optimalkan Sekolah Rakyat untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Oleh: Yoga Pradana SantosoPemerintah terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasionalmelalui percepatan dan optimalisasi program Sekolah Rakyat yang kini menunjukkan progressignifikan di berbagai daerah, sekaligus menjadi bukti bahwa pemerataan akses pendidikan tidaklagi sebatas wacana, melainkan telah dijalankan secara konkret dan terukur sebagai bagian dariagenda pembangunan sumber daya manusia. Dalam satu tahun terakhir, pemerintah jugamencatat berbagai keberhasilan penting, mulai dari percepatan pembangunan infrastrukturpendidikan, peningkatan akses belajar di wilayah tertinggal, hingga penguatan kolaborasi lintaskementerian yang berdampak langsung pada masyarakat, sehingga kehadiran Sekolah Rakyat menjadi simbol nyata investasi jangka panjang negara dalam menciptakan generasi yang lebihberkualitas dan berdaya saing.Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari mengungkapkan bahwa pembangunan SekolahRakyat tahap kedua terus berjalan dengan progres yang menggembirakan meskipun dihadapkanpada sejumlah tantangan di lapangan, terutama terkait kesiapan lahan dan akses menuju lokasipembangunan, sementara peran Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PekerjaanUmum Bisma Staniarto dinilai sangat krusial dalam menjaga ritme pembangunan agar tetapsesuai dengan target yang telah ditetapkan pemerintah. Ia menilai koordinasi teknis yang dilakukan secara konsisten menjadi faktor kunci dalam memastikan setiap hambatan dapatdiatasi secara terukur sehingga proyek tidak berjalan parsial, melainkan terintegrasi dari pusathingga daerah.Lebih lanjut, pembangunan Sekolah Rakyat tahap kedua tidak hanya berfokus pada penyelesaianfisik bangunan, tetapi juga memastikan kesiapan operasional agar sekolah dapat langsungdigunakan pada tahun ajaran baru 2026/2027, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan olehmasyarakat. Berdasarkan data terbaru, dari total 104 lokasi pembangunan, sebanyak 101 lokasitelah memasuki tahap konstruksi dan seluruhnya ditargetkan rampung pada 20 Juni 2026, sebuahcapaian yang menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjadikan sektor pendidikan sebagaiprioritas utama pembangunan nasional.Dalam upaya memastikan target tersebut tercapai, Muhammad Qodari menegaskan bahwaKantor Staf Presiden bersama Ditjen Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum terusmelakukan langkah konkret melalui rapat koordinasi intensif yang melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN karya dan penyedia jasa konstruksi, sehingga setiap persoalan yang muncul, baik terkait teknis, logistik, maupun kesiapan lahan, dapat dipetakan secara komprehensif danditangani dengan solusi yang jelas dan terukur.Koordinasi tersebut kemudian diperluas dengan melibatkan Kementerian Sosial, KementerianDalam Negeri, Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan, serta Zeni TNI Angkatan Darat, yang dinilai mampu mempercepat penyelesaian berbagai hambatan strategis di lapangan, termasukpembangunan akses jalan dan penuntasan persoalan lahan di sejumlah wilayah, di mana sinergilintas sektor ini menjadi kunci dalam mempercepat realisasi program secara menyeluruh danmemastikan tidak ada kendala yang berlarut-larut.Hasil dari upaya percepatan tersebut mulai terlihat di sejumlah wilayah dengan progrespembangunan yang cukup signifikan, seperti di Kalimantan Selatan yang mencapai 30,85 persen, Sulawesi Selatan sebesar 30,22 persen, serta Jawa Barat sebesar 28,07 persen, meskipunpemerintah tetap memberikan perhatian khusus pada beberapa lokasi dengan progres yang masihrendah melalui intervensi yang lebih intensif agar target penyelesaian secara keseluruhan tidakterganggu.Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan inisiatif pemerintah untuk memperluas aksespendidikan bagi masyarakat, khususnya di wilayah yang terdampak bencana maupun daerahdengan keterbatasan infrastruktur pendidikan, sehingga anak-anak dari keluarga prasejahteratetap dapat memperoleh pendidikan formal yang layak. Program ini dirancang sebagai investasijangka panjang dengan target penyelesaian yang terukur agar dapat segera dimanfaatkan, sekaligus menjadi bagian dari upaya negara dalam menjamin hak pendidikan bagi seluruh wargatanpa terkecuali.Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah juga mempercepat penambahanprogram Sekolah Rakyat yang ditargetkan mulai beroperasi pada April 2026, di...
- Advertisement -

Baca berita yang ini