Awal Mula Munculnya Atraksi Sulap di Indonesia

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Permainan sulap sudah dikenal banyak orang. Mulai dari sulap yang sederhana, berbahaya hingga menggunakan teknologi yang canggih.

Kecanggihan teknologi pada masa sekarang ini sering dimanfaatkan pesulap untuk membantu melakukan aksi sulapnya. Di Indonesia, pada masa sekarang ini juga banyak acara televisi yang menyajikan tentang permainan sulap.

Berbeda halnya pada tahun 1950 saat permainan sulap baru masuk dan dikenal di Indonesia. Sulap pada tahun 1950 masih menggunakan permainan yang menggunakan kecepatan tangan dan tidak menggunakan teknologi canggih dan permaianan sulap yang di tampilkan yaitu permainan kartu.

Profesi sulap mulai dilirik di tahun 80 an ketika muncul nama Mr Robin. Pesulap bernama lengkap Robbin Massari Yassin ini mempelajari sulap dari ayahnya yang juga seorang seniman sulap.

Pada masa itu, Mr Robin memopulerkan sulap lewat aksi-aksinya yang mengasyikkan menghiasi layar kaca hitam putih di TVRI. Ia selalu tampil mengenakan setelan khasnya dengan topi berbulu ala tentara Rusia.

Mr Robin kerap membuka aksi sulapnya dengan menari bersama tongkat yang selalu dia bawa. Tongkat sihir berukuran sekitar satu meter itu dibuat melayang-layang. Diiringi alunan musik, Mr Robin berlenggak-lenggok dan berputar. Ia terlihat sangat menikmati berdansa dengan tongkat sihirnya.

Mr. Robin

Salah satu atraksi yang sering dimainkan Mr Robin adalah kartu. Ditemani istri tercinta yang berperan sebagai asistennya, ia dengan lihai mengeluarkan kartu-kartu remi dari tangan kosong, tepatnya dari tangan yang terlihat kosong.

Setelah Mr Robin, muncul lagi nama Deddy Corbuzier. Nama Deddy Corbuzier melejit seiring pertunjukannya di sejumlah televisi swasta.

Deddy yang mendirikan Pentagram School of Magic pada 1998, menjadikan sekolah itu menjadi sekolah sulap paling populer, bahkan setelah dibubarkan. Dari sekolah itu, lahir master-master sulap dengan beragam aliran.
Yang paling dikenal adalah master hipnosis Romy Rafael. Walaupun hanya terpaut usia satu tahun dari Deddy, Romy pernah menimba ilmu sulapnya.

Nama Romy Rafael dikenal publik setelah ia membawakan acara hipnotis di beberapa stasiun televisi pada tahun 2006. Romy kemudian mendalami ilmu hipnotis di berbagai sekolah Amerika Serikat, di antaranya Hypnotism Training Institute, Ultimate Stage Hypnotism Institute, dan Institute for Neuro Research and Education.

Selama empat tahun di negeri Paman Sam, Romy mempelajari ilmu hipnotis sekaligus kegunaannya. Tak hanya untuk pertunjukan sulap, tapi juga untuk pengobatan masalah-masalah psikis, medis, dan korporasi.

Generasi pesulap yang mewarnai panggung pertunjukan sulap Indonesia setelah Deddy Corbuzier dan Romy Rafael adalah siswa-siswa jebolan Pentagram School of Magic. Demian, Bow Vernon, Oge Arthemus, Riana, Decky San ialah beberapa murid Deddy Corbuzier yang berhasil menjadi pesulap profesional.

Reporter : Handika Maulana Iqbal

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG dan Komitmen Pemerintah dalam Transparansi Anggaran Jaminan Gizi Berkualitas

Oleh: Dhita Karuniawati )* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah terus diperkuat dari sisitata kelola anggaran agar pelaksanaannya berjalan transparan, akuntabel, dan tepatsasaran. Pemerintah menegaskan bahwa setiap komponen pembiayaan dalamprogram ini telah diatur secara ketat dan harus mengikuti standar yang telah ditetapkan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa manfaat program benar-benar dirasakanoleh masyarakat, terutama anak-anak sebagai penerima utama program. Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalampelaksanaan MBG menegaskan bahwa anggaran untuk bahan makanan dalamprogram tersebut telah ditentukan secara jelas. Besaran anggaran tersebut beradapada kisaran Rp8.000 hingga Rp10.000 per porsi makanan, bukan Rp15.000 sepertiyang sempat beredar di masyarakat. Kebijakan ini ditetapkan agar penyedia makanandapat memenuhi kebutuhan gizi yang seimbang bagi para penerima manfaat tanpamengabaikan prinsip efisiensi anggaran negara. Wakil Kepala Badan Bidang Komunikasi dan Investigasi BGN, Nanik S. Deyang, mengatakan bahwa angka Rp13.000–Rp15.000 yang muncul di beberapa sumber tidakmurni untuk bahan makanan, melainkan sudah termasuk biaya operasional, insentifmitra pelaksana, serta kebutuhan pendukung lain. BGN menegaskan bahwa semua penerima manfaat tetap akan memperoleh makananyang bergizi dan aman dikonsumsi. Setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wajib mengawasi kualitas bahan makanan, memastikan menu sesuai standar gizi yang ditetapkan. Nanik mengatakan Program MBG tetap memperhatikan kelompok prioritas seperti ibuhamil, ibu menyusui, dan balita usia 6–59 bulan. Kualitas makanan menjadi prioritasutama agar tujuan gizi masyarakat tercapai secara optimal. Masyarakat juga diberikan ruang untuk melaporkan dugaan penyimpangan dalam menu MBG. BGN memastikan setiap laporan akan ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku, demi menjaga transparansi dan akuntabilitas program. Dengan penegasan ini, BGN berharap publik memahami bahwa anggaran untuk bahanmakanan MBG tetap sesuai aturan Rp8.000–Rp10.000, dan setiap penerima manfaattetap memperoleh makanan bergizi tanpa mengurangi kualitas. Selain pengaturan standar anggaran, pemerintah juga memperkuat aspek transparansimelalui pengembangan sistem pelaporan keuangan yang terintegrasi. Upaya inidilakukan untuk memastikan bahwa seluruh proses pengelolaan dana dalam program MBG dapat dipantau dan diaudit dengan lebih mudah. Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Kementerian Keuangan(Kemenkeu) meluncurkan E-Learning Penyusunan Laporan Keuangan pada SatuanPelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta Aplikasi Pelaporan Keuangan SPPG. Hal itusesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang perbendaharaan negaradan peraturan menteri keuangan nomor 168/ PMK.05/ 2015 sttd. PMK 173/PMK.05/2016 dan PMK...
- Advertisement -

Baca berita yang ini