Parah Banget, Penjemput Rizieq Abai Protokol Kesehatan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA –Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab telah tiba di Indonesia pada Selasa 10 November 2020 hari ini. Ia disambut banyak pendukungnya yang menumpuk di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.

Sayangnya, para penjemput Rizieq ini entah pura-pura tidak tahu atau abai terhadap pandemi Covid-19, mereka berdesak-desakan dan menumpuk nyaris tanpa jarak. Hal ini tentu saja menjadi pemandangan tak mengenakkan, karena mereka abai terhadap protokol kesehatan.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Selasa (10/11) suasana di terminal 3 Bandara Soekarno Hatta pada pagi hari ini. – via @tanniiaa.p @gilangkhairul #jktinfo

Sebuah kiriman dibagikan oleh JAKARTA INFO (@jktinfo) pada

Bukan hanya itu, pendukung lainnya yang menunggu di Petamburan, kediaman Rizieq, juga melakukan hal yang sama, seperti dilihat dari unggahan akun Instagram @jktinfo.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Selasa (10/11) Pantauan lalin di Slipi pada siang hari ini. – photo @fiqi0510 @bennyapriliandi @riyanfernando23 #jktinfo

Sebuah kiriman dibagikan oleh JAKARTA INFO (@jktinfo) pada

Padahal, pemerintah sudah bersusah payah setiap hari melakukan kampanye pentingnya disiplin protokol kesehatan untuk memutus mata rantai Covid-19.

Seperti diketahui, Rizieq tiba di Indonesia, setelah lebih tiga tahun kabur ke Arab Saudi, usai sejumlah kasus, seperti dugaan penghinaan Pancasila dan chat mesum, sempat menyeret namanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini