Viral! Perenang Dikejar Buaya, Warga Ikutan Panik Sambil Lempar Batu ke Laut

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Viral di media sosial video yang menampilkan perenang nyaris diterkam buaya. Video itu salah satunya diunggah oleh akun Instagram @fakta.indo.

Dalam keterangan unggahan akun tersebut, disebutkan perenang itu berenang di Pantai Talise Teluk Palu pada Sabtu 7 November 2020 lalu. “Detik-detik seseorang lagi asik berenang dihampiri buaya di Pantai Talise Teluk Palu, Sabtu (07/11/2020) kemarin,” kata akun @fakta.indo dikutip Senin 9 November 2020.

Dalam video itu, tampak seseorang sedang berenang menuju tengah laut. Tak lama kemudian, warga yang merekam suasana pantai menyadari ada buaya yang timbul di permukaan air.

Sementara si perenang justru berenang ke arah buaya itu berada. Kontan warga yang berada di daratan pun berusaha memberitahu si perenang agar segera meloloskan diri dari buaya.

Untuk mencegah si buaya itu menerkam si perenang, warga yang ada di daratan melemparkan batu ke air. Namun, seperti tak mendengar teriakan warga, si perenang itu justru melanjutkan gerakannya ke tengah laut.

Baru ketika badannya sudah cukup dekat dengan buaya itu, si perenang kaget dan bergegas berenang ke daratan secepat tenaga. Warga yang geregetan pun tak henti berteriak padanya agar segera mempercepat gerakannya melihat buaya itu ternyata mengikuti si perenang.

 

Video itu pun viral, hingga artikel ini dibuat sudah ditonton lebih dari 335 ribu kali. Video itu juga membuat warganet yang melihatnya ikut tegang.

“Buset malah mendekat tadih, hmpir aja cuk,” komentar @fajri**rco02.

“Itu kayaknya yg berenang liat sendiri trus baru puter arah,” tulis @latifa**lumh.

“Serem amat,” komentar @ila_okt**ianii.

“Duh dia yg berenang gua yg deg degan,” kata @sin**yz.

“Laju juga berenangnya, bagus jadi atlit,” @lantaidasa***ffee.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Optimalisasi Bendungan dan Irigasi Perkuat Ketahanan Indonesia di Tengah Kemarau

Oleh: Alfariz Ghani )*Musim kemarau yang diperkirakan berlangsung lebih panjang pada 2026 menjadi tantangan yang harus dihadapi dengan kesiapan yang matang. Ancaman penurunan ketersediaan air, gangguan produksi pangan, hinggameningkatnya risiko kekeringan di berbagai daerah menuntut langkahantisipatif yang terukur. Dalam situasi musim kemarau seperti ini, pemerintah menunjukkankeseriusannya dengan menempatkan optimalisasi bendungan dan jaringan irigasi sebagai fondasi utama menjaga ketahanan nasional.Langkah yang dilakukan pemerintah menjadi sangat penting mengingathasil kajian Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan musim kemarau tahun 2026 bertepatan dengan fenomena El Nino yang berpotensi membuat kondisi lebih kering dibandingkan rata-rata klimatologis Indonesia. Pemerintah tidak menunggu dampak kemarau terjadi. Sejak awal, berbagai strategi telah disiapkan untuk memastikan pasokan air tetaptersedia dan sektor pertanian tetap produktif. Kementerian PekerjaanUmum menegaskan bahwa musim kemarau yang datang lebih awal dan berlangsung lebih lama perlu diantisipasi melalui langkah yang terencana, terukur, dan terintegrasi.Dalam menghadapi kondisi tersebut, bendungan memiliki peran yang sangat strategis. Keberadaan bendungan tidak hanya berfungsi sebagaipenampung air saat musim hujan, tetapi juga menjadi sumber pasokanutama ketika curah hujan menurun. Melalui pengelolaan yang tepat, air yang tersimpan dapat dimanfaatkanuntuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, mendukung sektor pertanian, hingga menjaga keberlangsungan aktivitas ekonomi masyarakat.Pemerintah memahami bahwa keberhasilan bendungan tidak hanyaditentukan oleh kapasitas tampungannya. Yang tidak kalah penting adalahbagaimana air yang tersedia dapat didistribusikan secara efektif melaluijaringan irigasi yang andal. Karena itu, penguatan sistem irigasi menjadibagian penting dari strategi nasional menghadapi kemarau.Pelaksana Harian Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU, Adenan Rasyid, menjelaskan bahwa pemerintah telah menetapkansejumlah langkah prioritas dalam menghadapi kemarau panjang. Salah satunya adalah optimalisasi operasi tampungan air melalui pengaturanalokasi yang berbasis data dan kebutuhan prioritas. Pendekatan inimemungkinkan setiap tetes...
- Advertisement -

Baca berita yang ini