Adegan Nangis Lee Do Hyun Tuai Pujian, Sukses Bikin Penonton Ikutan Mewek

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Aktor pendatang baru Lee Do Hyun belakangan ini sukses mencuri perhatian penggemar drama Korea. Akting dan pesonanya di serial “18 Again” sukses membuat penonton jatuh cinta.

Kini drama JTBC sudah tayang 8 episode dari total 16 episode. Di episode 8 yang ditayangkan pada Selasa 13 Oktober 2020 kemarin adegan menangis Lee Do Hyun yang memerankan tokoh Hong Dae Young pun menuai pujian.

Dalam episode tersebut ada adegan Hong Dae Young menangis ketika ibunya meninggal setelah operasinya gagal. Tanpa mengetahui penyakitnya, Hong Daeyoung terlambat mengetahui bahwa ibunya telah berjuang melawan penyakit mematikan.

Selama adegan tersebut, Hong Daeyoung secara emosional menangis dan berteriak dengan marah kepada ayahnya, “Bangunkan dia!” Dia kemudian melanjutkan, “Dia sering sakit tetapi mengapa saya baru mengetahuinya sekarang? Mengapa Anda tidak memberi tahu saya tentang hal ini? Saya bertanya mengapa Anda tidak memberi tahu saya sebelumnya!”

Akting Lee Do Hyun ini menjadi perbincangan di komunitas online. Tak sedikit yang memuji aktor kelahiran 11 April 1995 itu karena mampu membuat penontonnya terbawa suasana.

“Saya menjadi emosional berkat kemampuan aktingnya,” kata seorang netizen. “Adegan menangisnya benar-benar menghancurkan hati saya,” komentar yang lainnya. “Saya pikir dia pantas mendapatkan penghargaan untuk drama ini,” dan banyak lagi.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Sidak Ramadan sebagai Instrumen Stabilitas Pasar

Oleh: Yusuf Rinaldi)* Setiap memasuki bulan suci Ramadan dan menjelang Idulfitri, pemerintahmemastikan stabilitas harga dan ketersediaan pangan nasional tetap terjaga melaluilangkah pengawasan yang aktif dan terukur. Peningkatan aktivitas konsumsimasyarakat dipandang sebagai momentum positif yang mencerminkan perputaranekonomi yang dinamis. Dalam kerangka tersebut, inspeksi mendadak (sidak) menjadi instrumen strategis untuk memperkuat tata kelola pangan, memastikandistribusi berjalan lancar, serta menjaga keterjangkauan harga bahan pokok. Kehadiran langsung pemerintah di lapangan menegaskan komitmen kuat dalammelindungi kepentingan masyarakat, memperkuat transparansi rantai pasok, sertamembangun kepercayaan publik terhadap sistem pangan nasional yang tangguhdan responsif. Langkah tersebut terlihat nyata ketika Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional (Bapanas), Sarwo Edhy, turun langsung melakukan pemantauan di Pasar Jonggol, yang selama ini dikenal sebagai pasar penyangga bagi wilayah Bogor, Bekasi, hingga Jakarta. Kehadiran pejabat tinggi di titik distribusi akhir menunjukkan bahwapemerintah mengedepankan pengawasan berbasis kondisi riil lapangan. SarwoEdhy menegaskan bahwa selama Ramadan pemerintah tidak boleh lengah dan harus memastikan harga tetap terkendali serta distribusi berjalan lancar. Jika ditemukan ketidaksesuaian, langkah pembenahan akan segera dilakukan di lokasi. Hasil pemantauan memperlihatkan mayoritas komoditas pangan strategis beradadalam kondisi relatif stabil. Harga beras medium lokal berada di kisaran Rp13.000 per kilogram dan beras premium Rp14.500 per...
- Advertisement -

Baca berita yang ini